Foto: Corbis
NEW YORK - Harga minyak mentah kembali bertengger di level USD69 per barel pada perdagangan Rabu (1/7/2009) waktu setempat, seiring dengan berkurangnya simpanan minyak di Amerika Serikat (AS) yang menandakan peningkatan permintaan.
Pada harga acuan minyak mentah untuk pengiriman Agustus, melemah tipis ke level USD71,05 per barel atau turun 58 sen dolar Amerika pada New York Mercantile Exchange (Nymex). Sementara di London, harga minyak mentah jenis Brent juga turun 51 sen dolar Amerika menjadi USD71,08 per barel pada bursa ICE Futures.
"Peningkatan minyak melebihi ekspektasi,dan berimbas pada melemahnya (bearish) harga minyak," ujar Morgan Stanley Research Hussein Allidina, seperti dilansir dari AFP, Kamis (2/7/2009).
Sebelumnya, kerusuhan yang belum mereda di Nigeria, juga turut menjadi pemicu penguatan harga minyak. Begitu pula dengan melemahnya nilai tukar dolar Amerika.
Minggu lalu, simpanan minyak AS dilaporkan menurun 6,8 juta barel , berdasar laporan American Petroleum Institute Selasa waktu setempat. Investor pun berkonsentrasi pada laporan simpanan minyak yang akan dirilis Departemen Energi AS hari ini, yang berkaitan dengan tingkat permintaan.
Pada perdagangan Nymex, gasolin untuk kontrak Agustus naik 2,3 juta barel dengan harga di kisaran 3,69 sen dolar Amerika menjadi USD1,94 per galon dan gas alam turun 4,1 sen dolar Amerika menjadi USD3,79 per 1.000 kaki kubik. (css)