Kepala BPS Rusman Heriawan. Foto: Koran SI
JAKARTA - Kepala BPS Rusman Heriawan mengatakan angka inflasi sebesar 4,3-4,7 persen adalah moderat dan realistis. Karena, inflasi tersebut mampu ditekan dengan alasan angka inflasi di kuartal tiga dan empat tahun lalu sempat mencapai puncaknya akibat kenaikan BBM.
"Inflasi 4,3 persen untuk 2009 angka yang moderat dan sangat realistis," katanya kepada wartawan, menanggapi patokan inflasi dalam Rancangan APBN Perubahan, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (2/7/2009).
Bahkan, dia menuturkan patokan infasi pemerintah pada 2009 sebesar lima persen sebuah gambaran yang pesimistis. Pasalnya, inflasi sejak bulan April-Juni terus bisa ditekan dan tidak tutup kemungkinan enam bulan ke depan bisa mencapai tiga persen.
Menyinggung penurunan angka kemiskinan Maret 2009, Rusman menyampaikan, penurunan kemiskinan tidak hanya disebabkan faktor program sosial yang digalakkan pemerintah. Tapi juga tidak adanya gejolak dalam beberapa bulan ke depan.
Selain itu, dia pun tidak menampik program Bantuan Langsung Tunai (BLT) juga memberikan konstribusi besar tekan angka kemiskinan walaupun bersifat adhoc (temporer). "Program sosial harus diakui 80 persen mampu tekan angka kemiskinan," tuturnya.
Sebelumnya, rapat kerja Komisi IX DPR bersama pemerintah telah menyepakati APBN Perubahan. Di mana pertumbuhan ekonomi dipatok 4,2-4,4 persen, inflasi 4,3-4,7 persen, SBI 7,5 persen, dan nilai tukar rupiah Rp10.500 per USD. (ade)