o1 o2

Economy - ekonomi


Investasi Gas Indonesia Perlu Dibenahi

Jum'at, 3 Juli 2009 - 15:03 wib
text TEXT SIZE :  
Ahmad Nabhani - Okezone
foto: corbis.com

JAKARTA - Investasi gas di Indonesia perlu dibenahi karena investasi tanpa koordinasi yang baik di lingkungan pemerintahan akan sulit mendatangkan daya tarik dari investor.

"Bisnis gas harus berkaca seperti seperti membuka rumah makan," kata Pakar Perminyakan dari ITB Widjajono Partowidagdo, dalam diskusi peluncuran buku tentang Migas dan Energi di Indonesia, di Jalan Cokro Aminoto, Jakarta, Jumat (3/7/2009).

Bahkan, dia menilai bisnis gas di Indonesia harus berkonsep seperti membuka rumah makan di mana harga kaki lima tetapi rasa bintang lima, dan bukan sebaliknya rasa kaki lima tetapi harga bintang lima.

Menurutnya, iklim investasi di Indonesia sangat kacau sehingga asing akan sulit berinvestasi di Indonesia, kendati sumber minyak dan gas (migas) cukup besar. Dia pun mengingatkan agar perusahaan migas di Indonesia bisa maju selangkah dari Petronas. Yakni dengan perlunya rekrut dan berpengalaman orang-orang Indonesia yang ahli di migas serta dimiliki dari perusahaan multinasional untuk mengaplikasikan ilmunya ke Pertamina.

"Pemerintah jangan berfikir bangsa ini kaya akan sumber minyak, sehingga efek negatifnya berpengaruh terhadap perilaku yang buruk. Perusahaan minyak dan gas BUMN perlu didukung untuk mengembangkan sumber migas yang ada," katanya.

Dia juga menuturkan, pasca pemilu nanti, Indonesia harus memiliki pemerintah yang mampu meningkatkan kebijaksanaan di sektor migas dan energi yang berdampak efektif terhadap masyarakat secara efektif dan berkelanjutan.

Dia menyerukan, pemerintah baik eksekutif maupun legislatif sebagai pemegang kebijakan perlu memberikan dukungan pada perusahaan nasional untuk lebih berkembang, khususnya keberpihakan dalam pengelolaan kontrak migas yang sudah habis.

Sebagai contoh, kasus pengelolaan proyek Donggi Senoro yang perlu di operasikan secepatnya, di mana proyek Donggi Senoro tersebut termasuk dalam investasi USD3,7 miliar dan akan memberikan pendapatan terhadap negara USD6,4 miliar atau hampir Rp6 triliun per tahun, selam 15 tahun operasi.

Tidak hanya itu, proyek ini akan menyerap delapan ribu tenaga kerja saat konstruksi dan 750 orang saat beroperasi.(css)

 Ada 0 komentar untuk berita ini. Komentar Anda?
Share
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini di http://m.okezone.com
o1 o2
o1 o2

0 komentar

[+lihat komentar]


o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

o3 o4