Foto: Koran SI
WASHINGTON - Regulator perbankan di Amerika Serikat (AS) Kamis (2/7) lalu mengumumkan penutupan tujuh institusi perbankan akibat krisis. Enam di antaranya milik satu keluarga berada di Negara Bagian Illinois dan satu lainnya bank kecil di Dallas.
Selama tahun ini, sejak resesi ekonomi di AS, sebanyak 52 bank telah dilikuidasi otoritas keuangan di negara itu.
Menurut Federal Deposit Insurance Corp (FDIC), bank terbesar di antara tujuh bank yang dilikuidasi itu adalah Founders Bank dengan aset senilai USD962,5 juta dan jumlah deposito USD848,9 juta. Deposito milik Founders Bank akan diambil alih oleh The PrivateBank dan Trust Co dari Chicago.
"Kegagalan keenam bank di Illinois semuanya karena dikontrol satu keluarga dengan menjalankan modal bisnis yang sama. Ini disebabkan kehilangan jaminan obligasi kolateral," kata FDIC.
Menurut FDIC, penutupan tujuh bank itu diperkirakan akan menyebabkan biaya jaminan deposito mencapai USD188,5 juta.
Berdasarkan penelusuran di salah satu website, salah satu dari tujuh bank itu milik Campbell Group.
Lima bank lainnya di Illinois yang ditutup adalah First National Bank of dengan aset USD166 juta dan deposito USD147 juta, Elizabeth State Bank (USD55,5 juta dan USD50,4 juta), Rock River Bank (USD77 juta dan USD75,8 juta), John Warner Bank (USD70 juta dan USD64 juta), dan First State Bank of Winchester (USD36 juta dan USD34 juta).
Satu bank lainnya yang ditutup di Negara Bagian Dallas adalah Millenium State Bank of Texas dengan aset USD118 juta dan deposito USD115 juta. (Yanto Kusdiantono).(Koran SI/Koran SI/ade)