Foto: Corbis
JAKARTA - PT Timah Tbk (TINS) menganggarkan belanja Rp16,268 miliar guna biaya eksplorasi cadangan terukur 9.327,43 ton timah, dengan potensi 1,36 kilogram timah per meter kubik di Kondur dan Belitung, Provinsi Bangka Belitung. Anggaran tersebut berasal dari Rp10,589 miliar dari belanja modal (capital expenditure/capex) dan Rp5,679 miliar berasal dari belanja operasional (opex).
"Ladang timah baru yang memiliki cadangan terukur 9.327,43 ton timah, dengan potensi 1,36 kilogram timah per meter kubik," ungkap Sekretaris Perusahaan TINS Abrun Abubakar, dalam laporan tertulis kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (10/7/2009).
Pada Juli ini, TINS akan melanjutkan program pemboran di darat sebagai persiapan penambangan timah di darat. TINS juga akan melanjutkan proses eksplorasi timah di laut guna menemukan lokasi baru pertambangan timah. Untuk keperluan itu, TINS akan melakukan survei di perairan Bangka.
Pada penutupan perdagangan IHSG akhir pekan, harga saham dengan kode emiten TINS melemah Rp60 atau turun 3,11 persen ke posisi Rp1.870 per lembar sahamnya.
(css)