Papan Perdagangan IHSG. Foto: Koran SI
JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menerima hasil riset PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mengenai kategori saham tidur (tidak likuid). Pefindo menyatakan saham yang tidak aktif ditransaksikan mayoritas berasal dari emiten skala menengah di sektor industri manufaktur dan jasa.
"Riset Pefindo itu telah kami terima beberapa waktu lalu," kata Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito, di Jakarta Rabu (15/7/2009).
Dia mengatakan, berdasarkan riset Pefindo, saham manufaktur dan jasa kurang diminati investor. Meski demikian. sektor tersebut dinilai cukup prospektif. Hal ini tercermin dari proyeksi pendapatan dan laba bersih emiten tersebut yang positif. "Sebenarnya prospek saham tidak aktif cukup bagus," kata Ito.
Menurut Ito, kelemahan saham-saham yang tergolong tidak likuid tersebut dipicu kurangnya riset mendalam dari perusahaan efek terhadap fundamental. Hal ini menyebabkan pelaku pasar fokus pada saham-saham unggulan (blue chips). "Pihak bursa sudah berupaya meningkatkan transaksi saham yang tidak aktif melalui riset Pefindo itu," ujarnya.
Ito menambahkan, riset tersebut bertujuan untuk memperdalam informasi emiten skala menengah yang kurang diperhatikan analis perusahaan efek.
(Whisnu Bagus /Koran SI/ade)