Ekonom Fadhil Hasan. Foto: Koran SI
JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal III-2009 dipandang kurang berkualitas lantaran lebih didorong oleh sektor-sektor produksi yang tidak bisa diperdagangkan (nontradables). Pertumbuhan pada sektor ini tidak berdampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dan pengurangan angka kemiskinan.
Ekonom Indef Fadhil Hasan mengatakan, pola pertumbuhan ekonomi sampai kuartal III-2009 masih seperti periode-periode sebelumnya yang tidak didominasi sektor-sektor produksi yang dapat diperdagangkan (tradables). "Akhirnya kita terus mengalami pertumbuhan ekonomi yang tidak berkualitas," ujarnya ketika dihubungi wartawan di Jakarta, Selasa (10/11/2009).
Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini mengumumkan laju perekonomian pada kuartal III-2009 mencapai 3,9 persen jika dibandingkan kuartal kedua lalu. Adapun jika dibandingkan kuartal III-2008, pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga ini mencapai 4,2 persen.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Slamet Sutomo juga mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun ini lebih didorong oleh sektor nontradables, seperti pengangkutan, keuangan, bangunan, dan jasa-jasa. Pertumbuhan ekonomi tahunan sebesar 4,2 persen, misalnya, terutama disumbang oleh sektor pengangkutan sebesar 34 persen kemudian keuangan 10,9 persen.
Fadhil mengatakan, pemerintah ke depan harus mengubah tren selama ini dengan memberikan perhatian lebih kepada sektor tradables, terutama pertanian dan industri pengolahan. Sebab jika dibiarkan terus seperti ini, katanya, pertumbuhan ekonomi meskipun tinggi akan percuma lantaran tidak menghasilkan lapangan kerja signifikan dan mengurangi kemiskinan. (Meutia Rahmi /Koran SI/ade)