Foto: Koran SI.
JAKARTA - Rupiah berhasil bergerak stabil di tengah pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang melemah. Penguatan ini tak lepas dari andil dolar Amerika yang dalam tren melemah.
Rupiah pada perdagangan Selasa (10/11/2009) stabil di level Rp9.410-Rp9.380 per USD, dibanding perdagangan Senin 9 November kemarin, di level Rp9.416-Rp9.386 per USD.
Seperti dikutip dari Valbury Securities, dolar Amerika melemah ke level terendah sepanjang 15 bulan terakhir terhadap basket of currencies setelah G20 memberikan rekomendasi perlunya tetap mempertahankan stimulus keuangan sampai dengan perbaikan ekonomi benar-benar meyakinkan.
Rekomendasi tersebut lebih berpihak pada sistem suku bunga yang rendah yang akan memberikan ruang bagi investor dengan suplai uang yang murah sehingga leluasa untuk digunakan sebagai pembiayaan investasi di bursa saham, komoditas, dan mata uang berimbal hasil lebih tinggi.
Suku bunga The Fed luas diperkirakan masih akan berada di level terendahnya hingga pertengahan 2010 apalagi sejak data unemployment naik hingga 10,2 persen pada laporan sektor ketenagakerjaan pekan lalu. Hal tersebut akan memicu pelemahan dolar lebih lanjut, seiring maraknya penggunaan dolar dalam mekanisme carry trade.
Dolar Amerika melemah satu persen terhadap euro di level 1.4992, melemah terhadap poundsterling sebesar 0,8 persen ke level 1.6751, dan menguat 0,1 persen terhadap yen di level 89.99. Terhadap dolar Australia, dolar Amerika tercatat naik 1,2 persen ke level 0.9296.(rhs)