Foto: Corbis
JAKARTA - Bank HSBC Indonesia mulai melayani transaksi dalam mata uang Renminbi untuk pertama kalinya di Indonesia. Layanan tersebut merupakan perluasan layanan yang telah dilakukan HSBC di enam negara lain seperti Hong Kong, Malaysia, Thailand, Singapura, Vietnam, dan Brunei Darussalam.
"Transaksi dalam mata uang Renminbi antar negara yang pertama di Indonesia ini untuk nasabah korporasi Bank HSBC. Indonesia masuk sebagai negara keenam di ASEAN yang berhasil menjalankan transaksi Trade Settlement dalam mata uang Renminbi," ungkap Senior Eksekutif dan Head of Corporate Banking HSBC Indonesia Mark Emmerson, di Jakarta, Selasa (10/11/2009).
Transaksi ini merupakan transaksi trade settlement untuk pembelian komoditas yang dilakukan oleh salah satu nasabah korporasi HSBC, yaitu PT Duta Permata Murni dengan rekan bisnisnya di Shanghai. Dengan kesuksesan layanan transaksi ini sekaligus secara resmi menandai diluncurkannya layanan HSBC yang memfasilitasi segala jenis transaksi perdagangan dalam mata uang Renminbi antara Indonesia dengan China.
Transaksi ini menyusul langkah pemerintah China yang mengizinkan penggunaan mata uang Renminbi dalam transaksi perdagangan antar negara. Sebagai langkah awal, tansaksi dalam mata uang Renminbi ini hanya dapat dijalankan antara perusahaan China yang telah ditunjuk (Mainland Designated Enterprise, MED) dengan perusahaan rekanannya di negara-negara anggota ASEAN (termasuk Indonesia), Hong Kong, dan Macau.
Selain itu, Lanjut Mark dengan layanan tersebut akan membuka kesempatan bisnis dan perdagangan ke China bagi pengusaha Indonesia. Dengan digunakannya Renminbi sebagai mata uang dalam bertransaksi, perusahaan Indonesia dapat mengurangi biaya transaksi dengan menghindari risiko nilai tukar.
Di sisi lain, jumlah perusahaan China yang melakukan perdagangan dengan mitranya di Indonesia juga kian meningkat dan mereka berusaha untuk mengurangi risiko fluktuasi mata uang dengan menggunakan mata uang Renminbi dalam transaksi perdagangan dan settlement.
HSBC sendiri telah melayani berbagai transaksi dalam mata uang Renminbi, termasuk pembiayaan perdagangan (trade finance), pertukaran mata uang secara langsung dari dan ke Renminbi (untuk Rupiah maupun mata uang lainnya), serta transfer mata uang masuk maupun keluar untuk kegiatan ekpor dan impor antara perusahaan Indonesia dengan perusahaan China yang tercantum dalam Mainland Designated Enterprises (MED).
Head of Trade and Supply Chain HSBC Indonesia Vincent C Sugianto mengatakan China akan terus memainkan peranan penting sebagai rekan dagang Indonesia di tahun-tahun mendatang.
Menurut hasil survey yang telah dikeluarkan oleh HSBC dalam Trade Confidence Index terungkap bahwa pengusaha Indonesia berharap untuk dapat terus mengembangkan bisnisnya dengan China. Kebijakan pemerintah China yang mengizinkan penggunaan Renminbi dalam transaksi antarnegara akan semakin meningkatkan hubungan perdagangan antara Indonesia dan China.
"Kami hanya menerima komisi (fee) sebesar 0,25 persen dari total nilai invoice bill (Letter of Credit atau L/C). Saat ini transaksi Renminbi ini masih uji coba. Jika lancar, maka kami akan terus melanjutkan transaksinya," elak Vincent yang enggan memaparkan pendapatan dari transaksi ini. (Didik Purwanto/Koran SI/ade)