o1 o2

Economy - Fiskal & Moneter


SBY Didesak Selesaikan Skandal Century

Sabtu, 14 November 2009 - 16:30 wib
text TEXT SIZE :  
Insaf Albert Tarigan - Okezone
Ilustrasi

JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono perlu berinisiatif untuk menyelesaikan skandal pengucuran dana talangan sebesar Rp6,7 triliun kepada Bank Century.

Sikap diam Presiden, hanya akan menguatkan persepsi negatif publik bahwa sebagian dari dana tersebut mengalir ke salah satu tim kampanye calon presiden pada Pemilu 2009.

Hal ini diungkapkan Pengamat ekonomi Yanuar Rizki dalam diskusi di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (14/11/2009).

Presiden, lanjut Yanuar, dapat berinisiatif memanggil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan, Komisi Pemberantasan Korupsi, dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan.

Tujuannya agar BPK dapat memperoleh data aliran dana dari PPATK. Sebab, lembaga itu tidak bisa menyerahkan data karena menurut undang-undang, mereka hanya dapat menyerahkannya kepada Kepolisian dan Kejaksaan.

Padahal, BPK sangat membutuhkannya untuk menyelesaikan audit investigasi atas perintah DPR dan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Yanuar mencontohkan, sikap kesatria Presiden BJ Habibie dalam mengungkap kasus cessie Bank Bali Tahun 1999. Atas desakan IMF, Habibie ketika itu meminta Pricewaterhousecoopers mengaudit aliran dana cessie Bank Bali.

Oleh Habibie, hasilnya diumumkan ke publik. Meskipun, penerima aliran dan di antaranya adalah kader Golkar yang dekat dengan Habibie dan karena itu pula Habibie tidak terpilih lagi menjadi presiden. "Masak kita harus panggil IMF lagi," cetus Yanuar.

Menurut dia, Pemerintah terlalu bertele-tele terkesan selalu menghindari penyelesaian kasus tersebut. Saat publik mulai mempertanyakan, maka muncul kasus Cicak versus Buaya dan terakhir kontroversi kasus Antasari Azhar, mantan Ketua KPK.

"Sudahlah, bau busuk tidak usah ditutup dengan selimut, terbuka saja. Jangan perang statement bahwa saya bersih tapi tak pernah ada verifikasi," ujarnya. (wdi)(rhs)

 Ada 0 komentar untuk berita ini. Komentar Anda?
Share
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini di http://m.okezone.com
o1 o2
o1 o2

0 komentar

[+lihat komentar]


o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

o3 o4