Logo ADB. Foto: Corbis
MANILA - Bank Pembangunan Asia (ADB) memberikan fasilitas pinjaman kepada Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM Mandiri) sebesar USD84,2 Juta.
Hal tersebut seperti diungkapkan Poverty Reduction Specialist di ADB Southeast Asia Department, Camilla Holmemo, dalam siaran persnya di Jakarta, Minggu (15/11/2009).
Tujuan pemberian fasilitas pinjaman ini untuk memperluas program penanggulangan kemiskinan nasional yang akan meningkatkan layanan dan infrastruktur dan membangun modal sosial di beberapa komunitas pedesaan yang paling miskin di negeri ini.
"Salah satu yang terbesar pembangunan berbasis masyarakat di dunia proyek. Dana yang akan membiayai pengembangan kapasitas dan perbaikan infrastruktur di sekira 1.500 desa di empat provinsi," jelasnya.
Sekadar informasi, Indonesia telah membuat kemajuan besar pada pengurangan kemiskinan selama 40 tahun, mengurangi kemiskinan dari 50 persen pada 1970 menjadi 14,2 persen pada 2009.
Namun 33 juta orang, yang sebagian besar tinggal di daerah pedesaan masih miskin dan hampir 50 persen dari populasi mendekati miskin, yang hidup dengan kurang dari USD2 per hari. Krisis ekonomi global yang mengancam pertumbuhan dan lapangan kerja dalam jangka pendek, membuat masyarakat miskin dan semakin miskin.
Target proyek ini meningkatkan akses ke layanan dan infrastruktur di desa-desa miskin di Provinsi Jambi, Lampung, Riau, dan Sumatera Selatan. Dukungan akan diberikan untuk memberdayakan masyarakat untuk mengidentifikasi dan melaksanakan rencana pembangunan dan block grant akan diberikan langsung ke desa-desa prioritas investasi infrastruktur.
"Komunitas pembangunan berbasis terbukti menjadi suatu pendekatan yang berhasil untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan penyampaian pelayanan dasar dan infrastruktur. Perbaikan dalam infrastruktur dasar akan meningkatkan ketersediaan dan aksesibilitas pendidikan dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin di pedesaan, dan dekat miskin. Secara keseluruhan, investasi diharapkan bisa memberi manfaat lebih dari 1,5 juta orang di lebih dari 300 ribu rumah tangga," bebernya.
Pinjaman ADB dari sumber-sumber modal biasa, yang mencakup sekira 74 persen dari total biaya proyek sebesar USD113,5 juta dengan pembiayaan pemerintah sekira 19 persen. Si penerima bantuan akan memberikan manfaat keseimbangan dalam bentuk kontribusi kepada komunitas mitra investasi. Departemen Pekerjaan Umum ditunjuk sebagai badan pelaksana untuk proyek yang dijadwalkan selesai sekira Maret 2013.
ADB, yang berbasis di Manila, didedikasikan mengurangi kemiskinan di Asia dan Pasifik melalui pertumbuhan ekonomi yang inklusif, pertumbuhan berkelanjutan lingkungan, dan integrasi regional. (ade)