o1 o2

Economy - Fiskal & Moneter


BI Perlu Batasi Kepemilikan Dana Asing di SBI

Jum'at, 20 November 2009 - 17:26 wib
text TEXT SIZE :  
Logo Bank Indonesia. Foto: Koran SI

JAKARTA - Kepala Ekonom Danareksa Research Institute Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan Bank Indonesia (BI) perlu membatasi kepemilikan dana asing di SBI. Pembatasan tersebut merupakan hal wajar untuk memproteksi nilai tukar dalam negeri.

"SBI tersebut sebetulnya untuk menyerap likuiditas dalam negeri. Tapi mengapa sekarang justru menyerap dana asing. Jelas dana asing tidak ada gunanya," tambah Purbaya, di Jakarta, Jumat (20/11/2009).

Kecuali kalau dana asing tersebut, lanjut Purbaya, masuk ke pasar saham atau instrumen lain di luar SBI. Hal tersebut akan mampu dipergunakan untuk kepentingan dalam negeri. Sementara dana asing di SBI, dana tersebut langsung dibawa kabur oleh investor dan berdampak ke nilai tukar.

Berdasarkan kurs tengah BI, rupiah selama sepekan justru merosot 2,5 persen dari posisi Rp9.348 per USD di awal pekan menjadi Rp9.581 per USD.

"Pelemahan nilai tukar rupiah kali ini banyak dipengaruhi oleh rumor bahwa BI akan membatasi kepemilikan asing terutama di SBI bertenor pendek yaitu satu bulan. Bagaimanapun investor bebas menarik maupun menaruh dananya di SBI sewaktu-waktu. Contohnya dengan kejadian rumor itu," tegas pengamat pasar uang Farial Anwar.

Sehingga, lanjut Farial, pihak regulator perbankan hendaknya lekas mengambil kebijakan kepada investor asing untuk membatasi kepemilikan dana di SBI. Jika tidak, nilai tukar rupiah bisa ditekan dan dipermainkan sewaktu-waktu.

Apalagi dana di SBI juga tidak dapat dipergunakan apa-apa terutama sektor riil. BI hanya akan tekor mengurusi beban bunga SBI yang harus dibayarkan kepada pemilik dana tesebut.
(Didik Purwanto/Koran SI/ade)

 Ada 0 komentar untuk berita ini. Komentar Anda?
Share
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini di http://m.okezone.com
o1 o2
o1 o2

0 komentar

[+lihat komentar]


o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

o3 o4