o1 o2

Economy - Saham dan Valas


Pidato SBY Bisa Hambat Kekuatan IHSG

Selasa, 24 November 2009 - 08:26 wib
text TEXT SIZE :  
Widi Agustian - Okezone
Foto: Koran SI.

JAKARTA - Kondusifnya fundamental ekonomi nampaknya bakal membuat indeks bergeliat menguat. Hanya saja, penguatan ini sedikit hambatan dengan pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait rekomendasi Tim 8. Sejak kasus Bibit-Chandra menyeruak, investor terus mencermati sebagai refleksi kepastian hukum di Tanah Air.

"Tapi indeks masih cenderung menguat," kata analis pasar modal BNI Securities Muhammad Al Fatih, saat dihubungi okezone, Selasa (24/11/2009).
 
Dijelaskannya, penguatan indeks ini terutama adalah karena positifnya data penjualan rumah di Amerika yang jauh lebih baik daripada yang diekspetasikan oleh pasar.
 
Di mana awalnya penjualan rumah hanya sebanyak 5,7 juta unit, tetapi angka yang dicapai adalah sebanyak 6,1 juta unit, yakni meningkat sebanyak 10,1 persen, lebih tinggi dari yang diperkirakan 9,6 persen.
 
"Harga komoditas, khususnya logam mengalami kenaikan karena adanya harapan pertumbuhan ekonomi akibat data penjualan rumah tersebut," ungkapnya.

Tak hanya itu, pelemahan nilai dolar Amerika terhadap sejumlah mata uang dunia juga membuat bursa-bursa dunia yang mata uangnya mengalami kenaikan menjadi positif.

Akan tetapi, lanjut Fatih kelanjutan kasus KPK-Polri ini nampaknya akan sedikit menghambat penguatan indeks. Pasalnya, banyak pihak tidak puas dengan sikap SBY sekarang ini. "Itukan bagaimana investor menyikapi faktor ini," jelasnya.
 
Sebelumnya, indeks pada perdagangan kemarin, Senin (23/11/2009) ditutup minus 5,94 poin atau setara 0,24 persen ke posisi 2.481,42. Sementara Jakarta Islamic Indeks (JII) ditutup minus 0,32 poin ke posisi 410,19 dan indeks LQ45 merosot 1,45 poin ke posisi 489,81.

Volume perdagangan sore kemarin terpantau sebesar tujuh miliar lembar saham senilai Rp3,93 triliun. Saham yang ditutup menguat sebanyak 69 jenis saham, melemah 106 jenis saham, dan stagnan 69 jenis saham.

Pelemahan penutupan perdagangan saham ini disebabkan hampir seluruh saham di berbagai sektor berada di jalur merah, dengan pelemahan tertinggi dipimpin dari sektor pertambangan sebesar 13,79 poin.(rhs)

 Ada 0 komentar untuk berita ini. Komentar Anda?
Share
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini di http://m.okezone.com
o1 o2
o1 o2

0 komentar

[+lihat komentar]


o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

o3 o4