Menkeu Sri Mulyani. Foto: Heru Haryono/Okezone.com
JAKARTA - Pemerintah siap menerima hibah saham PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) dan PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) dari Bank Indonesia (BI). Kendati demikian, pelaksanaan hibah tersebut harus disepakati terlebih dahulu oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
"Kami menyatakan kesiapan menerima hibah itu sehingga kepemilikan saham menjadi 100 persen," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dalam Rapat Kerja antara Menteri Keuangan, Menteri Negara BUMN, dan BI dengan Komisi XI, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (25/11/2009).
Menkeu mengakui untuk Askrindo relatif tidak ada masalah. Pemerintah saat ini menguasai saham Askrindo sebesar 82 persen dan sisanya 17 persen milik BI.
Sementara itu, Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar juga mengaku siap menerima hibah anak perusahaan BI tersebut untuk menjadikannya sebagai BUMN.
"Kalau pun rencana tersebut terealisasi, masih ada proses yang harus dipenuhi sebagai bagian dari proses pengalihan," pungkasnya.
(ade)