Foto: Corbis
TOKYO - Jepang mencatatkan surplus neraca perdagangan sebesar 807,1 miliar yen atau setara dengan USD9,1 miliar per 30 September 2009. Padahal pada periode yang sama tahun sebelumnya, neraca perdagangan Negara Tirai Bambu tersebut tercatat defisit sebesar 75 miliar yen.
Seperti dilansir dari AFP, Rabu (25/11/2009), ekspor Jepang pada Oktober 2009 mengalami pelemahan sebesar 23,2 persen menjadi 5,31 triliun yen jika dibandingkan dengan tahun lalu. Di mana penurunan ekspor ini dipimpin oleh ekspor besi.
Akan tetapi, impor Jepang mengalami pertumbuhan yang jauh lebih besar, yakni sebesar 35,6 persen menjadi 4,5 triliun yen. Dipimpin oleh impor komoditas energi, seperti minyak mentah serta gas alam.
Dengan surplusnya perdagangan Jepang, maka neraca perdaganagan Asia menjadi surplus sebesar 82,3 persen menjadi 827 miliar yen. Di mana ekspor tumbuh 15 persen dan impor tumbuh 30 persen.
Terhadap China, perdagangan Jepang memang masih defisit sebesar 26,2 miliar yen. Adapun ekspor Jepang ke China jatuh 14,3 persen menjadi 883,4 miliar yen, walau ekspor autoparts tumbuh 32 persen. Sementara, impor China dari Jepang juga turun 26,6 persen menjadi 1,02 triliun yen.
Sedangkan terhadap AS, Jepang masih memiliki surplus perdagangan sebesar 27,7 persen di Oktober menjadi 369,6 miliar yen. Serta terhadap Uni Eropa, surplus perdagangan Jepang per Oktober jatuh sebanyak 40,8 persen menjadi 210,8 miliar yen. (ade)