Ilustrasi. Foto: Corbis
TOKYO - Tingkat pengangguran Jepang turun menjadi 5,1 persen pada Oktober, dari 5,3 persen pada September. Pemerintah Jepang menyatakan bahwa ini merupakan peningkatan selama tiga bulan berturut-turut.
Seperti dilansir dari AFP, Jumat (27/11/2009), data tingkat pengangguran terbaru ini mengalahkan perkiraan pasar yang rata-rata naik sebesar 5,4 persen. Angka pengangguran untuk pria turun menjadi 5,3 persen dari 5,6 persen pada September dan untuk wanita merosot ke 4,8 persen dari 4,9 persen.
Survei lain yang dikeluarkan oleh Kementerian Tenaga Kerja menunjukkan ada 44 tawaran pekerjaan untuk setiap 100 pencari kerja pada Oktober. Angka ini sedikit naik dari 43 pada bulan sebelumnya.
Banyak perusahaan-perusahaan Jepang, terutama eksportir, yang bergerak cepat dalam memangkas pekerjaan dan produksi sebagai respons terhadap penurunan permintaan. Ini disebabkan oleh penurunan ekonomi global yang berimbas ke Jepang dan menjadi yang terpuruk pascaperang dunia.
Kendati demikian, ekonomi Jepang tumbuh pada April-Juni untuk pertama kalinya selama lima kuartal karena rebounding-nya ekspor dan ukuran stimulus pemerintah.
Pertumbuhan ekonomi sendiri tercatat sebesar 1,2 persen pada Juli-September dari kuartal sebelumnya, atau 4,8 persen pada basis tahunan. Hal ini meninggalkan jejak atas pertumbuhan terbaik di lebih dari dua tahun. Namun adanya deflasi dipandang sebagai ancaman bagi pemulihan ekonomi.
Di sisi lain, dalam sebuah survei terpisah, bangsa indeks harga konsumen Jepang turun 2,2 persen pada Oktober dari setahun sebelumnya. (ade)