Ilustrasi. Foto: Corbis
JAKARTA - Rencana penerbitan obligasi PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) senilai Rp2 triliun-Rp3 triliun yang semula ditargetkan akhir 2009, molor menjadi semester pertama 2010.
Adapun dalam penerbitan obligasi tersebut, perseroan saat ini masih dalam proses penunjukkan penjamin emisi (underwriter).
"Masih proses penunjukan underwritter, tapi kita juga masih melihat apa masih perlu obligasi atau tidak. Itu berjalan paralel, artinya proses pengkajian masih tetap berjalan," ujar Direktur Keuangan Telkom, Sudiro Asno, usai Rapat Kerja dengan Komisi XI, di Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (26/11/2009) sore.
Sementara pada tahun depan, Telkom menargetkan belanja modal sekira USD2 miliar yang pendanaannya berasal dari eksternal yang 40-50 persen termasuk dari rencana penerbitan obligasi, dan selebihnya akan diperoleh dari pinjaman dan vendor financing.
Belanja modal tersebut nantinya akan digunakan untuk mengembangkan sektor Informasi Media dan Edutainment (IMEI).
"Tahun depan kita akan kembangkan sektor IMEI perkembangannya organik dan anorganik. Yang jelas organik dulu, yang pasti kita lagi lihat perusahaan-perusahaan yang bisa diambil berkaitan dengan IMEI," tambahnya.
Dia menambahkan, untuk kinerja hingga akhir tahun diharapkan tetap tumbuh single digit yakni bisa di atas lima persen. "Kalau tahun depan kayaknya lebih high lagi sekira 8-9 persen, jauh lebih bagus daripada tahun ini," pungkasnya. (ade)