Ilustrasi. Foto: AP
NEW YORK - Harga minyak ditutup mixed karena kekhawatiran adanya pembekuan pembayaran utang Dubai oleh pemerintah negara itu dan dinilai dapat merusak pemulihan global akibat resesi.
Kontrak utama minyak mentah jenis light sweet New York untuk pengiriman bulan Januari menetap di USD76,05 per barel atau menurun USD1,91 sejak penutupan pada Rabu kemarin. Selain itu, harga minyak di pasar AS ditutup karena adanya liburan Thanksgiving.
Seperti dilansir dari AFP, Sabtu (28/11/2009), sementara untuk minyak mentah Laut Utara Brent di London untuk pengiriman Januari telah merosot USD1,45 dolar atau naik 19 sen menjadi USD77,18 dolar per barel.
Pada masa pra-perdagangan pasar New York, harga acuan kontrak sendiri telah merosot ke level USD72,39. Ini merupakan yang terendah sejak awal Oktober.
"Pasar tampaknya sudah tenang, tetapi jelas tidak sepenuhnya terbalik. Minyak adalah aset risiko terkemuka dan merupakan salah satu aset untuk dijual lagi. Kekhawatirannya, sistem keuangan mungkin memiliki beberapa masalah," kata analis independen Ellis Eckland.
Seperti diketahui, Pemerintah Dubai mengumumkan bahwa Dubai World, kota utama negara konglomerat, mencari moratorium berjangka waktu enam bulan untuk membayar utang sebesar USD59 miliar atau sekira Rp560 triliun. (ade)