Ilustrasi. Foto: Corbis
JAKARTA - PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) memproyeksikan pendapatan hingga akhir 2009 akan mengalami penurunan dibanding realisasi di 2008. Penurunan produksi minyak bumi serta fluktuasi harga jual menjadi pemicu turunnya kinerja perseroan.
"Selain volume, harga jual juga mempengaruhi," kata Investor Relations MEDC Nusky Suyono di Jakarta, belum lama ini.
Dia mengatakan, harga jual minyak bumi Medco hingga kuartal III-2009 hanya mencapai USD57 per barel. Namun perseroan berharap hingga akhir tahun ini harga tersebut dapat naik di level USD60 per barel. Adapun pada 2008, harga jual minyak Medco sempat mencapai USD110 per barel.
Di satu sisi, Nusky menjelaskan, produksi minyak bumi Medco turun sekira lima persen menyusul sudah tuanya sumur-sumur eksplorasi perseroan khususnya yang berada di dalam negeri.
Selain itu, pada 2008 laba bersih Medco terdongkrak penjualan aset anak usaha, PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) sebesar USD341 juta. "Pada 2009, perusahaan tidak mencatatkan penjualan aset yang signifikan," katanya.
Dia mengungkapkan, harga minyak bumi saat ini belum merefleksikan permintaan atas komoditas tersebut. Fluktuasi harga minyak bumi terjadi seiring dengan pelemahan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS). "Kami berharap tren harga akan meningkat pada 2010, mencapai USD70 per barel," kata Nusky. (Whisnu Bagus /Koran SI/ade)