JAKARTA - Ada kabar santer yang kurang mengenakan. Sejumlah BUMN dipaksa untuk menempatkan dananya di Bank Century. Satu BUMN, Telkom, menolak instruksi tersebut.
"Memang ada tiga BUMN yang menyimpan dana hingga R550 miliar. Yang menjadi pertanyaan kenapa harus disana kan ada bank lain?" tanya pengamat ekonomi Drajad Wibowo di Jakarta, Minggu (29/11/2009).
Drajad mengaku dirinya belum menemukan indikasi bahwa penempatan dana di Bank Century itu sebagai tindakan money laundering. "Saya belum lihat ke sana (money laundry), cuman menyimpan uang mengherankan. Saya saja tidak mau nyimpan di bank sana, kan masih ada bank yang menawarkan profit," tandasnya.
Jadi perlu dipanggil dirutnya? "Harus. Mereka harus dipanggil dan menjelaskan," tegas politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.
Sementara itu Pimpinan Johan Foundation, Johan O Silalahi, mengatakan bahwa mantan Menneg BUMN
Sofyan Djalil lebih mengetahui soal BUMN yang ditekan untuk menyimpan dananya di Bank Century. "Terakhir saya dengar Telkom menolak," tutupnya.(mbs)