Ilustrasi
JAKARTA - Banyaknya potensi gas metana batubara (coal bed methane/CBM) dan agar sumber alam tersebut tak sia-sia, pemerintah tengah mengembangkan liquid natural gas (LNG) dari CBM tersebut. Nantinya, LNG yang dihasilkan dari CBM tersebut tidak akan diekspor melainkan memenuhi kebutuhan domestik.
Menurut Dirjen Migas Evita H Legowo seperti dikutip dari situs Ditjen Migas, Minggu (29/11/2009), tujuan utama dari LNG ini adalah daerah atau pulau-pulau terpencil. LNG itu akan didistribusikan dengan menggunakan kapal-kapal kecil.
"Kita tahu Indonesia memiliki 17.000 pulau-pulau kecil. Kalau CBM sudah diubah menjadi LNG, akan mudah pendistribusiannya ke seluruh Indonesia," paparnya.
Diketahui, potensi CBM Indonesia adalah sebesar 453,3 TCF, yang merupakan cadangan terbukti adalah sebanyak 112,47 TCF. Dan sebanyak 57,6 TCF merupakan cadangan potensial.
"Pemerintah berupaya agar Indonesia dapat menjadi negara pertama yang mengembangkan LNG dari CBM," ungkapnya.
Untuk itu, pemerintah sangat mendorong pengembangan CBM. Per Agustus 2009, sebanyak 15 kontrak kerja CBM yang telah ditandatangani yaitu Sekayu, Bentian Besar, Indragiri Hulu, Kutai, Barito Banjar I, Barito Banjar II, Sangatta I, Ogan Komering, Sangatta II, Tabulako, Tanjung Enim, Ogan Komering II, Pulau Pisau, Barito Tapin dan Kotabu. (wdi)(rhs)