Ilustrasi: ATM Bank Mandiri
JAKARTA - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) memperkuat jaringan internasional di kawasan ASEAN untuk meningkatkan transaksi remittance melalui pembukaan kantor anak perusahaan Mandiri International Remittance (MIR) di Malaysia. Bank Mandiri saat ini menjadi bank komersial Indonesia pertama yang membuka layanan pengiriman uang di Malaysia.
Pendirian MIR tersebut merupakan strategi Bank Mandiri untuk meningkatkan pendapatan fee based, khususnya dari transaksi remittance dari Malaysia ke seluruh cabang Bank Mandiri, baik di Indonesia maupun di negara lain lokasi kantor Bank Mandiri berada.
Menurut Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo, pemilihan Malaysia sebagai lokasi pengembangan bisnis remittance Bank Mandiri cukup beralasan mengingat jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berada di Malaysia saat ini, berdasarkan data Bank Dunia mencapai lebih dari 2 juta orang serta pemberangkatan TKI ke Malaysia setiap tahun meningkat rata-rata 18 persen.
"Pendirian MIR ini adalah salah satu bentuk komitmen Bank Mandiri bagi Tenaga Kerja Indonesia, khususnya untuk memberi kemudahan layanan pengiriman uang ke kampung halaman. Selain itu, kami berharap Bank Mandiri dapat menjadi mitra kerja yang baik bagi pemerintah untuk meningkatkan devisa negara," kata Agus dalam keterangan tertulis yang diterima okezone, di Jakarta, Minggu (29/11/2009).
Selain layanan kepada TKI, Mandiri International Remittance juga menyediakan jasa pengiriman uang kepada perusahaan-perusahaan Indonesia yang mempunyai jaringan kantor di Malaysia. MIR juga akan bekerjasama dengan bank-bank Malaysia serta penyedia layanan remittance yang berada di negara tersebut untuk mengakomodir kebutuhan transaksi pengiriman uang.
Bisnis remittance, khususnya transaksi yang berasal dari TKI masih berpotensi ditingkatkan dan cenderung dapat bertahan di masa krisis seperti ditunjukkan data Bank Indonesia dimana pengiriman uang pada 2008 mengalami peningkatan sebesar 37,33 persen dari USD6 Miliar pada 2007 menjadi USD8,24 Miliar.
Sampai dengan September 2009, transaksi remittance Bank Mandiri mencapai angka 1,1 juta transaksi dengan total nilai sekitar USD41,5 milliar. Transaksi outgoing mencapai 260 ribu transaksi dengan nilai USD23 milliar (260 ribu transaksi) sementara transaksi incoming mencapai 825 ribu transaksi dengan total nilai USD18,5 millar.
Di samping melayani kebutuhan remittance TKI, Tahun 2009 ini Bank Mandiri juga terus mengembangkan bisnis remittance. Satu di antaranya adalah layanan remittance ke China dalam mata uang renminbi (CNY) melalui kerjasama dengan Industrial & Commercial Bank of China (ICBC) dan Bank of China (BOC). (wdi)(rhs)