o1 o2

Economy - Rendevouz


Sri Mulyani Narsis di Acara Investor Summit

Rabu, 2 Desember 2009 - 10:45 wib
text TEXT SIZE :  
Candra Setya Santoso - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Heru Haryono/Okezone.com

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani sangat tersanjung pada kesempatan membuka acara Investor Summit. Apa pasal? Ini karena wajah serta suaranya diperhatikan seluruh masyarakat dan investor di Indonesia.

Kendati demikian, permasalahan yang dihadapi seorang Sri Mulyani cukup banyak, khususnya keterlibatan dirinya dalam kasus Bank Century dan penonaktifannya.

"Saat ini wajah saya, suara saya diperhatikan seluruh pihak. Inilah konstituen saya, menurut Pak Fuad Rahmany (Ketua Bapepam-LK), tapi menurut saya inilah komunika saya," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani, dalam kata sambutannya, dalam acara Investor Summit and Capital Market Expo 2009 "Strategi Investasi di Pasar Modal Indonesia 2009", di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (2/12/2009).

Dirinya mengharapkan mampu mengantarkan sejumlah investor dan perusahaan tercatat untuk keluar dari krisis. "Saya berusaha semulus mungkin akan menghantarkan seluruhnya keluar dari krisis yang ada," katanya.

Selain itu, neraca keuangan yang paling rapuh pun saat ini mulai membaik. "Jika neraca Anda sehat maka kondisi keuangan Anda sehat pula bukan?" katanya.

Sri Mulyani mengatakan, dirinya telah menjadi pejabat pemerintah selama empat tahun terakhir. "Setidaknya Anda tahu kredibiltas dan track record saya selama ini," ujarnya.

Dirinya juga meyakini, bisa menceritakan permasalahan dan pemulihan ekonomi saat ini, baik versi panjang seperti yang di laporkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). "BPK bisa mengeluarkan laporan versi panjang atau pendek," katanya, diiringi tepuk tangan sejumlah hadirin yang hadir.

Tercatat, jelasnya, terjadi penurunan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tajam pada 9 Januari 2008 dari level 2.830 menjadi 1.155 pada 20 November 2008. "Turun lebih dari 50 persen dan saya bisa membayangkan nilai kapitalisasi pasar anda turun dan jatuh miskin," katanya.

Selain itu, yield Surat Utang Negara (SUN) naik tajam dari rata-rata sekira 10 persen (SUN 10 tahun) sebelum krisis menjadi 17,1 persen. Credit Default SWAP (CDS) Indonesia mengalami peningkatan secara tajam dari skira 250 bps awal tahun 2008 menjadi diatas 1.000 bps pada November 2008.

Sebagai informasi turut hadir dalam acara ini selain Sri Mulyani, tampak hadir Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito, serta 60 emiten besar Indonesia. (ade)

 Ada 0 komentar untuk berita ini. Komentar Anda?
Share
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini di http://m.okezone.com
o1 o2
o1 o2

0 komentar

[+lihat komentar]


o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

o3 o4