Foto: Koran SI
BANTEN - Pergantian inter bus transformer (IBT) Gardu Induk Kembangan yang sempat terbakar beberapa saat lalu, baru akan dilakukan pada pertengahan tahun depan. Pasalnya, pengadaan IBT tersebut harus melalui sistem tender yang baru akan dilakukan pada awal tahun.
"Perlu waktu untuk pengadaan trafo baru. Mungkin tengah tahun depan bisa dimulai," ujar Manajer PT PLN (Persero) region Jakarta dan Banten, Hadi Pramono, di Gardu Induk Balaraja, Tangerang, Banten, Jumat (11/12/2009).
Namun, untuk menjaga sisa kapasitas yang ada di Gardu Induk Kembangan, akan dilakukan pada akhir tahun setelah pemasangan unit 2 IBT Gardu Induk Balaraja rampung.
"Kembangan sudah masuk jadwal pemeliharaan, tapi PLN bagusnya akan memberitahukan proyek IBT Balaraja. Nanti beban yang ada di Kembangan bisa dipikul oleh Balaraja kalau Balaraja sudah selesai semua," pungkasnya.
Sebagai informasi, beban trafo Gardu Induk (GI) Kembangan untuk sementara akan dialihkan ke GI Balaraja karena akan dilakukan pemeliharaan yang diperkirakan memakan waktu tujuh hari, yang diperkirakan akan selesai pada 19 Desember mendatang.
Pemeliharaan terhadap GI Kembangan akan dilakukan setelah GI Balaraja selesai. Oleh karenanya tidak diperlukan pemadaman listrik. Berdasarkan situs Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) disebutkan bahwa GI Kembangan sudah mendesak untuk dilakukan pemeliharaan. Adapun pemeliharaan itu berpotensi terjadinya pemadaman di Jakarta Barat sebesar 200 megawatt (MW).
Untuk menghindari terjadinya pemadaman, PLN tengah merelokasi trafo 500 MVA dari GITET Mandirancan, Cirebon ke GITET Balaraja Tangerang. Relokasi tersebut dijadwalkan selesai 16 Desember 2009. (ade)