PT Semesta Marga Raya (SMR) menggelar simulasi dan pelatihan teknis pengoperasian jalan tol Kanci-Pejagan (Foto: Tantan Sulton Bukhawan)
CIREBON - Pelaksana teknis jalan Tol Kanci-Pejagan PT Semesta Marga Raya (SMR) menggelar simulasi dan pelatihan teknis pengoperasian jalan tol sepanjang 35 KM yang menghubungkan Jawa Barat-Jawa Tengah.
Berdasarkan informasi, pelatihan dan simulasi pengoperasian dilakukan sejak 22-27 Desember. Pelatihan teknis operasi ini dilakukan manajemen SMR dalam rangka persiapan opening yang rencananya bakal dilakukan pada awal Januari mendatang.
Direktur Utama PT SMR, Harya M Hidayat didampingi Chief Commercial Officer, Aswan Sunoto, saat dikonfirmasi membenarkan jika simulasi dilakukan pihaknya sebagai persiapan pengopersian jalan tol pada Januari mendatang.
"Alhamdulillah semua tahapan pembangunan sudah kami selesaikan sesuai target yang harus dipenuhi. Main kontraktor, PT Adhi Karya sudah melakukan PHO (profesional hand over) atau serah terima projek pada 16 Desember lalu. Kami juga sudah mengajukan uji layak operasi ke BPJT (Badan Pengaturan Jalan Tol). Mudah-mudahan Januari ini sudah bisa beroperasi," papar Harya.
Dijelaskan Harya, sebelumnya BPJT sudah melakukan peninjauan tahap awal untuk memeriksa kesiapan dan kekurangan projek yang harus dipenuhi sebelum dibuka untuk umum. Selanjutnya, pemerintah menetapkan tarif kendaraan berdasarkan jenis. Penetapan tarif, rencananya dilakukan berbarengan dengan peresmian jalan tol yang termasuk Projek Jalur Tran Java yang selesai pertama kali itu. Peresmian, rencananya bakal dimasukan kedalam program 100 hari kerja Kabinet Indonesia Bersatu jilid II.
Disinggung tenaga teknis yang bakal menjalan opersional jalan tol Kanci-Pejagan, Harya mengaku, dari 112 orang pelaksana tehnis 90 persen di antaranya merupakan masyarakat Cirebon. Seluruh pekerja yang terlibat dalam pengoperasian ini, sebelumnya telah diberikan pendidikan dan wawasan tentang pengoperasian jalan tol.
"Pada pekan kemarin, kami telah melaksanakan uji coba teknis di lapangan. Selain itu, kami juga sudah mempersiapkan kendaraan patroli, dan kendaraan operasional. Untuk penanganan kecelakaan kami sudah melakukan kerja sama dengan Rumah Sakit Mitra Plumbon Cirebon," tegasnya.
Menurut Harya, kerja sama dengan RS Mitra Plumbon sengaja dilakukan karena memiliki peralatan lengkap standar Internasional. Selain itu, lokasinya cepat dijangkau jika terjadi kecelakaan.
Disinggung jarak tempuh standar, Harya mengaku, dengan kecepatan rata-rata 80 KM/jam jarak tempuh pintu tol Kanci hingga Pejagan bisa menghabiskan waktu sekira 30 menit. Jarak tempuh tersebut tentunya jauh berbeda jika melintas menggunakan jalur Pantura dalam keadaan lancar bisa mencapai hingga 1 jam lebih.
"Mudah-mudahan jalan tol ini, dapat mengurangi kemacetan pada masa liburan dan hari raya Idul Fitri yang kerap terjadi tiap tahun," harap Harya.(Tantan Sulton Bukhawan/Koran SI/mbs)