Foto: Corbis
JAKARTA - Kinerja industri automotif pada 2010 diprediksi mengalami peningkatan. Prospek penjualan kendaraan roda dua maupun roda empat diperkirakan masih bagus dengan kisaran kenaikan sebesar 10 persen.
Tingkat pertumbuhan ini dinilai cukup memadai karena krisis ekonomi dunia baru saja dilewati yang menyebabkan tingkat suku bunga perbankan melonjak. Optimisme itu ditandai dengan mulai bergairahnya penjualan automotif di akhir 2009 seiring dengan pemulihan kondisi perekonomian dalam negeri. Padahal, semula penjualan mobil hingga akhir 2009 diperkirakan anjlok 30 persen atau hanya berkisar 480.000 unit.
Dengan kondisi ini,penurunan penjualan mobil hingga akhir tahun diprediksi hanya 22–24 persen. Jadi,wajar saja jika Departemen Perindustrian (Depperin) menjadikan sektor industri ini sebagai salah satu primadona. Hal ini terlihat dari target industri automotif nasional untuk periode 2010–2025 yang dikeluarkan Depperin yakni diperkirakan akan mencapai 4,17 juta unit.
Tak hanya Depperin,para pelaku industri automotif juga optimistis permintaan kendaraan pada 2010 akan jauh lebih baik.Dalam kurun waktu lima tahun mendatang,penjualan kendaraan bermotor roda empat diperkirakan menembus 1 juta unit hingga 1,25 juta unit.Mengingat pertumbuhan sektor automotif umumnya bergerak dua kali lipat dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional.
Pertumbuhan pesat industri automotif dipicu kebijakan yang akan dikeluarkan pemerintah terkait pengembangan mobil murah dan ramah lingkungan kendati kenaikan pajak kendaraan membayangi pertumbuhan pasar. Oleh karena itu, para pelaku usaha automotif meminta pemerintah menunda kenaikan tarif pajak progresif, pajak barang mewah, dan bea balik nama hingga 2011.
Adanya kenaikan pajak kendaraan bermotor pada 2010, akan menyulitkan pelaku bisnis untuk menikmati momentum perbaikan ekonomi,seperti likuiditas yang longgar dan suku bunga kredit yang melandai. Selain itu, pemerintah juga harus memproteksi industri dalam negeri misalnya melindungi truk nasional dari serbuan truk bekas impor. Presiden Direktur Indomobil Group Gunadi Sindhuwinata mengatakan, penjualan automotif untuk semua kategori diperkirakan naik tahun depan.
Kondisi ini seiring dengan pembangunan infrastruktur yang masuk dalam prioritas program kerja pemerintah dan harga komoditas dunia yang membaik. Dengan demikian,untuk meraih target penjualan di 2010, pemerintah harus memperbaiki infrastruktur terutama di daerah-daerah. Selain infrastruktur,proyeksi ini didasarkan pada permintaan alat angkut untuk kebutuhan niaga yang meningkat.
Pada Mei 2009,memang sempat terjadi penumpukan stok di sektor truk dan alat berat.Namun,menginjak Juni dan Juli 2009,stok yang menumpuk tersebut ternyata habis terjual. Apabila kendaraan niaga mampu menyerap 10–11 persen pangsa pasar automotif di Tanah Air maka tahun depan bisa naik menjadi 12 persen. Sementara untuk penjualan truk kategori dua, diproyeksi meningkat menjadi 70.000 unit yakni meningkat 17 persen dibandingkan dengan proyeksi tahun ini,dan truk kategori tiga sebanyak 16.000 unit.
Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Bambang Trisulo mengatakan,pertumbuhan industri automotif tahun depan juga akan terhambat apabila polemik politik yang terjadi di Indonesia tidak bisa dituntaskan. ”Kami yakin tahun depan pasar mobil bisa tembus sebanyak 560.000 unit, apabila polemik Bank Century dan politik lainnya bisa selesai.Kalau tidak ada hal tersebut kita akan solid mencapai 600.000 unit.
Bahkan,mungkin bisa melebihi target,”kata Bambang. Sementara itu, penerapan perjanjian perdagangan bebas (free trrade agreement/FTA) ASEAN-China pada 1 Januari 2010, kata Bambang, tidak menjadi masalah bagi sektor industri automotif.Namun, common effective preferential tariff scheme (CEPT) yang akan menghambat pertumbuhan automotif.
CEPT adalah program tahapan penurunan tarif dan penghapusan hambatan nontarif yang disepakati bersama oleh negara-negara ASEAN. Syarat agar suatu produk bisa memperoleh konsesi CEPT adalah produk yang bersangkutan harus sudah masuk dalam Inclusion List (IL) dari negara eksportir maupun importir.
Mempunyai program penurunan tarif yang disetujui Dewan AFTA (AFTA Council),dan memenuhi persyaratan kandungan lokal 40 persen yakni suatu produk dianggap berasal dari negara anggota ASEAN apabila paling sedikit 40 persen dari kandungan bahan di dalamnya berasal dari negara anggota ASEAN.
”Beberapa komponen yang bukan merupakan joint venture mungkin akan terkena imbas seperti supplier-supplierPTTosan Jaya.Bisa tidak dapat order karena FTA,”kata Bambang. Sementara di segmen kendaraan roda dua, omzet yang diperoleh industri nasional pada 2010 diperkirakan mencapai Rp65,27 triliun. Angka tersebut diperoleh dari penjualan domestik yang ditarget sebanyak 6,3 juta unit, dan ekspor 64.000 unit.
Gunadhi Sindhuwinata,yang juga Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mengatakan,siklus tahunan pasar otomotif nasional rata-rata naik dua kali lipat dari target pertumbuhan ekonomi nasional.Berdasarkan kinerja pada kuartal IV/ 2009, penjualan sepeda motor pada 2010 bisa menembus 6 juta unit atau minimal naik sebesar 10 persen dibandingkan target tahun ini yakni 5,6–5,8 juta unit. (sandra karina)
(//css)