Ilustrasi. Foto: Corbis
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) meyakini tekanan inflasi belum akan signifikan setidaknya pada semester I-2010. Perkembangan inflasi dalam dua bulan pertama 2010 masih tetap terjaga pada tingkat yang rendah.
Diungkapkan Deputi Gubernur BI Hartadi A Sarwono, dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (11/3/2010), relatif terkendalinya inflasi juga tercermin pada perkembangan inflasi inti yang turun dari 4,43 persen (yoy) pada Januari 2010 menjadi 3,88 persen (yoy) pada Februari 2010.
Kenaikan inflasi indeks harga konsumen (IHK) di awal 2010 terbukti bersifat temporer, terutama karena kenaikan harga beras, dan diperkirakan tidak akan terjadi lagi lonjakan harga dalam beberapa bulan ke depan seiring dengan telah datangnya musim panen di berbagai daerah.
Kemungkinan kenaikan tarif TDL, apabila kemudian tetap diberlakukan, diperkirakan juga tidak akan menimbulkan dampak yang besar terhadap inflasi sepanjang diterapkan terutama pada kelompok pelanggan besar.
Secara keseluruhan, inflasi ke depan diyakini akan tetap terjaga pada sasaran yang ditetapkan yakni 5 persen+1 persen pada 2010 dan 2011.
“Meskipun kegiatan ekonomi domestik meningkat, saya yakin belum akan melampaui tingkat output potensialnya sehingga belum akan menimbulkan tekanan inflasi yang berlebihan dari sisi fundamental," tandas Hartadi.(ade)