o1 o2

Economy - Industri


Kenaikan TDL Matikan Industri UMKM

Kamis, 11 Maret 2010 - 19:52 wib
text TEXT SIZE :  
Ilustrasi. Foto: Koran SI

JAKARTA - Tarif dasar listrik (TDL) yang akan mengalami kenaikan sebesar 15 persen pada Juli mendatang, akan mematikan industri dalam negeri.

"Rencana kenaikan listrik sebesar 15 persen pada Juli akan membunuh industri dalam negeri khususnya industri UMKM," kata Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat di Jakarta, Kamis (11/3/2010).

Hidayat menegaskan, pihaknya menolak kenaikan TDL ini dan akan membicarakan hal itu dengan Direktur Utama PLN. “Saya diam-diam lagi melakukan pendekatan, supaya kenaikan TDL tidak berimbas pada industri, khususnya industri menengah,” tutur dia.

Selain itu, Hidayat mengungkapkan, juga akan membicarakan kemungkinan melakukan modifikasi struktur tarif. “Kita mau omongin soal diversifikasi tarif listrik. Syukur-syukur kalau tidak naik, tapi kalau naik pun saya minta jangan berimbas pada industri," ujarnya.

Sementara itu, Hidayat mengatakan, pada pertengahan 2010, pembangkit listrik 10 MW di Kalimantan Timur dan Riau sudah dapat digunakan, sehingga pasokan listrik khususnya industri di pulau Jawa teratasi.

Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Benny Soetrisno menolak keras kenaikan TDL. "Kenapa harus naik, kita enggak mau naik. Penolakan kenaikan TDL ini akan kami bawa ke kita rapat koordinasi di Kementerian bidang Perekonomian besok (Jumat)," tegas Benny.

Benny mengatakan, rencana kenaikan TDL ini akan menurunkan daya saing industri. "TDL dalam industri itu ibarat bumi dengan langit. Padahal seharusnya pemerintah mendorong daya saing industri dalam negeri bukan sebaliknya dengan kenaikan TDL, mengingat biaya listrik menjadi salah satu komponen daya saing. Kalau TDL dinaikkan makan upaya menaikan daya saing akan terhambat,” jelas Benny.

Lebih lanjut Benny menjelaskan listrik dalam komponen biaya industri terutama tekstil merupakan komponen yang cukup besar. Benny mencontohkan, untuk sektor garmen atau pakaian jadi, menelan biaya hingga 20 persen, sedangkan sektor hulunya hingga 50 persen.

Benny meminta pemerintah untuk mempertimbangkan rencana kenaikan tersebut. “Bulan Mei nanti ada peringatan hari buruh. Jangan sampai langkah tersebut akan membuat kerusuhan sosial, mengingat kenaikan TDL akan berimbas pada pemutusan tenaga kerja,” tegasnya.(Sandra Karina/Koran SI/ade)

 Ada 0 komentar untuk berita ini. Komentar Anda?
Share
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini di http://m.okezone.com
o1 o2
o1 o2

0 komentar

[+lihat komentar]


o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

o3 o4