Bank Indonesia (BI) diminta melarang investor asing melakukan transaksi di Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Pasalnya, jika investor asing menarik dananya dari SBI, dikhawatirkan akan memengaruhi nilai tukar rupiah.
Riba dan segala bentuknya sudah jelas diharamkan oleh Allah dalam Al-quran! Emang benar seharusnya pemerintah Indonesia terutama BI dalam hal ini sudah selayaknya membangun negeri ini bukan dari hutang--hutang luar negeri atau bantuan apapun dari asing--terutama. Karena jelas asing memberi hutang ke negara2 berkembang hanyalah untuk mencengkeram negara2 tersebut agar ketergantungan ke asing--khususnya Amerika dan negara2 barat--. Istilah barat mengatakan "no free lunch", untuk makan siang saja tidak ada yang gratis, apalagi memberikan dana2 yang cukup besar untuk negara ini. Ya, Al hasil negara ini tetap berkelit dengan hutang luar negeri, sehingga kebijakan2 yang diambil negara syarat dengan tekanan2 dari asing. Sudah selayaknya bangsa ini berpikir untuk memilih aturan yang benar, sesuai dengan apa yang di inginkan oleh Allah SWT! masa kita ingin masuk kelubang yang sama untuk terjerumus kedua kalinya? sangat berpenyakitan syaraf kalau demikian. Ideologi Komunis jelas bukan solusi lagi karena sudah hancur dan tidak mensejahterakan rakyat. Kapitalis juga tidak bisa diharapkan lagi, karena semua akar masalah di negara ini adalah kapitalis biangnya sebagai ideologi buatan manusia. Sehingga kita tidak ada jalan lagi selain memilih Ideoligi Islam sebagai way of life kita, karena Islam mengatur semuanya. Mulai dari ekonomi, politik, budaya, sosial dsb. akhirnya manusia harus senantiasa menundukan hawa nafsunyaterhadap semua keinginannya untuk mengatur negara ini, karena manusia tidak bisa berbuat apa2, selain semuanya harus diserahkan kepada al Khalik yang Maha sempurna...mudah2han negara ini, berkah dengan Syariah Islam dibawah Daulah Khilafah Islamiyyah! Amiin...I Love Indonesia Full
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
Aturan Main:
Seluruh layanan yang diberikan mengikuti aturan main yang berlaku dan ditetapkan oleh Okezone.com.
Pasal Sanggahan (Disclaimer):
Okezone tidak bertanggung-jawab atas tidak tersampaikannya data/informasi yang disampaikan oleh pembaca melalui berbagai jenis saluran komunikasi (e-mail, sms, online form) karena faktor kesalahan teknis yang tidak diduga-duga sebelumnya
Okezone berhak untuk memuat, tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.
Data dan/atau informasi yang tersedia di okezone hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun transaksi lainnya. Walau berbagai upaya telah dilakukan untuk menampilkan data dan/atau informasi seakurat mungkin, Okezone dan semua mitra yang menyediakan data dan informasi, termasuk para pengelola halaman konsultasi, tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data/informasi yang disajikan.
Bagi Anda yang mengirimkan komentar pembaca, surat pembaca, dan artikel atau tulisan lainnya, foto dan video, tunduk pada aturan Okezone.com, di antaranya tulisan tidak SARA, tidak merupakan informasi/berita bohong, tidak beritikad buruk, tidak provokatif, dan tidak melanggar ketentuan etika dan hukum yang berlaku. Jika ditemukan pelanggaran atas hal-hal di atas, maka Okezone.com berhak untuk mengedit atau menghapus keseluruhan materi artikel/berita/informasi/surat pembaca/komentar/foto dan video yang dimaksud.