Wacana pemboikotan DPR terhadap Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam pembahasan RAPBN-P 2010, mencerminkan ketidakharmonisan antara pemerintah dengan DPR.
katanya di Indonesia berlaku azas praduga tak bersalah sebelum adanya putusan pengadilan,nyatanya?. DPR berjuang untuk rakyat,tapi ketika rakyat yg mau bertemu dgn wakilnya,bukannya pada nyamperin, malahan pada kaburkan,kiranya sekarang Bu Sri perlu dikawal sama rakyat dan mahasiswa yg bisa mengerti untuk memilah milah persoalan antara kasus century dan RAPBN
aksi politik anggota DPR memang sudah keterlaluan.. sudah semakin terang bahwa yang mereka perjuangkan hanya kepentingan diri dan golongannya.. unjuk gigi sana sini untuk menunjukkan kekuatannya.. negarawan macam apa itu? malu lah kalian anggota DPR..
saya setuju dengan kalimat mantan presiden Alm Gus Dur bahwa DPR seperti taman kanak-kanak. Saya usul sebaiknya komisi Anggaran DPR diberi pelatihan tentang RAPBN. Di dunia ini tidak ada yang JAGOAN HAI ANGGOTA DEWAN!!!! Jika anda menghakimi dan menyusahkan rakyat, maka yakinlah anda juga akan disusahkan rakyat. Itu PASTI !!! Anda lupa KASUS PDIP vs Miranda Gultom saat ini!!! Jika berani boikot maka rakyat akan menyebut ;" DEWAN YANG TERHORMAT" dan bukan "ANGGOTA DEWAN YANG TERHORMAT. Ibu Ani teruslah berjuang. Diujung cemeti ada emas.
DPR omong kosong memperjuangkan aspirasi rakyat, mereka hanya memikirkan karier politiknya masing-masing tanpa peduli rakyat yg selalu jadi tumbal kedudukan mereka. Rasanya malu jadi Rakyat indonesia karena nagaranya di kelola org-org yg cuman bisa Omong Kosong.
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
Aturan Main:
Seluruh layanan yang diberikan mengikuti aturan main yang berlaku dan ditetapkan oleh Okezone.com.
Pasal Sanggahan (Disclaimer):
Okezone tidak bertanggung-jawab atas tidak tersampaikannya data/informasi yang disampaikan oleh pembaca melalui berbagai jenis saluran komunikasi (e-mail, sms, online form) karena faktor kesalahan teknis yang tidak diduga-duga sebelumnya
Okezone berhak untuk memuat, tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.
Data dan/atau informasi yang tersedia di okezone hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun transaksi lainnya. Walau berbagai upaya telah dilakukan untuk menampilkan data dan/atau informasi seakurat mungkin, Okezone dan semua mitra yang menyediakan data dan informasi, termasuk para pengelola halaman konsultasi, tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data/informasi yang disajikan.
Bagi Anda yang mengirimkan komentar pembaca, surat pembaca, dan artikel atau tulisan lainnya, foto dan video, tunduk pada aturan Okezone.com, di antaranya tulisan tidak SARA, tidak merupakan informasi/berita bohong, tidak beritikad buruk, tidak provokatif, dan tidak melanggar ketentuan etika dan hukum yang berlaku. Jika ditemukan pelanggaran atas hal-hal di atas, maka Okezone.com berhak untuk mengedit atau menghapus keseluruhan materi artikel/berita/informasi/surat pembaca/komentar/foto dan video yang dimaksud.