getting time...
Sabtu, 28 Januari 2012 09:47 wib

Hatta : Buruh Indonesia Harus Sejahtera

Martin Bagya Kertiyasa
Menko Ekonomi Hatta Rajasa. Foto: Okezone
Menko Ekonomi Hatta Rajasa menegaskan jika tenaga kerja, termasuk buruh Indonesia harus sejahtera. Pasalnya, selama ini Indonesia bersaing dengan China soal tenaga kerja yang murah.
  • Nanang Bernadi AT » 0 Tanggapan
    Jangan hanya di pikirkan kenaikan upahnya saja pak. Tapi tolong beri pengertian pada mereka bahwa bekerja di era sekarang tolok ukurn keberhasilanya adalah pencapaian target.Seringkali kalau dituntut untuk mecapai target mereka pasti tidak mau tahu.Kelemahan pekerja di Indonesia dibandingkan dengan pekerja diluar negeri adalah masalah produktifitas.Dengan gaji yang hampir sama masalah produktifitas pekerja di Indonesia sangat jauh di bawah produktifitas pekerja di luar negeri. Terutama untuk perusahaan yang padat karya.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • orang pinggiran » 0 Tanggapan
    smga bkn cm janja. soalnya kami buruh di salah satu prusahaan besar aja gaji blm naek, trus km ini sampe kapan harian trus
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Amin Nurdiana » 0 Tanggapan
    Memang sudah seharusnya saatnya ini, dari Pemerintah pusat hingga Pemerintah Daerah harus jelas untuk memikirkan kesejahteraan para Buruh. Bekerja 20 tahun lebih di suatu perusahaan, kami dapat mencukupi kebutuhan kehidupan sehari-hari dari gaji perbulannya. Kapan bisa untuk mencukupi kebutuhan yang lainnya..? Kenaikan seperti itu sebenarnya masih kecil, bila dibanding para pejabat yang sebentar saja sudah sejahtera...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • dian » 0 Tanggapan
    Agaimana buruh ??? sejahtra kerja diperas habis habisan. Gaji ?i tekan habis habisan. Gaji dalam bentuk rupiah sedangkan barang barang atau investasi dihitung pakai dollar contohnya bensin, elektronik,motor, jalan tol! Pln, gaji buruh naik 5% barang barang naik 10 %, korupsi juga naik, biaya siluman naik ...... Buruh cuma. Trima sisa ?? bertahan hidup
    Beri Tanggapan Laporkan
  • vino gunawan » 0 Tanggapan
    kalau bicara aja di meja siapa yang gak bisa,kerjanya donk apa yang di bicarakan selalu bicara di jadikan bukti,yang seharusnya biarkan bukti yang berbicara,negara terkaya di dunia sekarang jadi negara menderita.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • mafia » 0 Tanggapan
    Katagori "buruh" aja dibelok2xkan,sebenarnya mulai Lurah,Camat,Gubernur s/d Menteri dan President itu adalah jg "buruh" cuman karena pengaruh koloniallisme dan Imperiallisme penjajah BELANDA/VOC atau JEPANG mereka lebih layak disejahterahkan,coba pejabat2x tinggi jangan hanya melihat BURUH itu hanya berlokasi di pusat,masih banyak buruh diseluruh Indonesia masih dibawah standart sejahtera seperti PRT dll,dan utk bank2x besar jangan hanya memberi kredit ke pajabat2x(buruh) tinggi tapi berikan jg kepada buruh bawah/kasar yg UMK nya dibawah standart normal,masih banyak buruh yg dibawah upah UMK tdk memiliki apapun,bahkan rumah hanya nempel2x,kerja pakai sepeda gayung buntut.Dan nasib kaum Buruh kelas bawah ini hanya sebagai obyek penderita PARTAI2X BESAR utk kepentingan politik sesaat.MOHON PERHATIAN JG UTK PENGURUS SPSI,SBSI dll di seluruh INDONESIA
    Beri Tanggapan Laporkan
  • kuli china » 0 Tanggapan
    hehe.. buktikan pak kesejahteraan kaum buruh.. jangan omong doang.. bagaimanapun kami aset berharga kalian.. bayangkan klo kami tdk ada.. apa yg bisa kalian lakukan..
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.