>

Hikmah Gunung Kelud Meletus, Petani Bawang Brebes Sumringah

|

Untung Subejo - Sindo

Hikmah Gunung Kelud Meletus, Petani Bawang Brebes Sumringah

BREBES - Petani bawang merah di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah mulai bernafas lega. Setelah sempat terpuruk, harga jual bawang merah berangsur membaik.

Komoditi yang sebelumnya hanya laku di kisaran Rp3.500 - Rp4.000 per kilogram (kg) saat ini melonjak hingga Rp8.000 per kg atau naik dua kali lipatnya.

Kenaikan harga bawang merah ini diakui petani setempat tidak terlepas dari peningkatan aktivitas Gunung Kelud di Jawa Timur dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini menyebabkan petani bawang merah dari Jawa Timur gagal panen.

"Kenaikan harga bawang ini disebabkan tidak adanya barang yang masuk dari daerah lain seperti Probolinggo, Lumajang dan Kediri, Provinsi Jawa Timur. Dengar-dengar di sana gagal panen sehingga tidak ada pasokan bawang merah ke sini," cetus, Waridin, 40, petani bawang asal Wanasari, Sabtu (24/11/2007).

Petani lainnya, Masruri, 42, mengakui, masuknya komoditas andalan Brebes dari luar daerah memicu turunnya harga bawang di tingkat petani. Parahnya lagi, kata dia, selain dikirim ke Brebes, panenan bawang merah dari Jawa Timur juga disuplai ke Jakarta hingga luar Jawa seperti Sumatra dan Palembang.

Pantauan di Pasar Bawang Lama, Pesantunan dan Pasar Bawang Klampok, Brebes,para petani mengaku bahwa harga tembus tinggi sejak dua hari terakhir.

Menurut mereka, imbas kenaikan harga bawang merah hingga dua kali lipat menyebabkan para petani bawang cenderung memanen dini tanamannya. Meskipun mereka tahu pada saat bawang siap panen dalam keadaan kering akan menambah tinggi harga jualnya.

"Sebab harga pasaran bawang tidak stabil dan tidak bisa diprediksi, kadang hari ini naik, besok turun. Hitungannya bukan hari tapi jam, setiap saat bisa berubah," cetusnya.

(rhs)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Menkeu: Visi Misi Jokowi Terlihat di APBNP 2015