>

BI: 228 Kasus Perbankan Diselesaikan

Selasa, 11 Desember 2007 - 13:13 wib | Tomi Sujatmiko - Sindo

JAKARTA - Direktorat Investigasi dan Mediasi Perbankan Bank Indonesia (BI) merilis per November 2007, jumlah kasus perbankan yang sudah diselesaikan mencapai 228. Sedangkan jumlah kasus yang masuk sebesar 248 dan keseluruhan pengaduan nasabah selama triwulan III mencapai 64.288. Sebagian besar kasus perbankan yang terjadi adalah sengketa sistem pembayaran terutama kartu kredit dan ATM.

"Dilihat dari berbagai jenis produk, sengketa yang diajukan kepada BI terjadi akibat kurang cermatnya nasabah dalam menggunakan dan menjaga keamanan kartu kredit maupun ATM nya. Selain itu, perbankan memiliki kelalaian," ujar Deputi Direktur Investigasi dan Mediasi Perbankan BI Purwantari Budiman, di Jakarta, Selasa (12/11/2007).

Menurut Dia, sebagian besar kasus yang diterima BI sebagian besar atau 90 jenis adalah sistem (kasus) sistem pembayaran. Selain itu ada penyaluran dana (34 kasus), produk kerja sama (33 kasus) dan penghimpunan dana (29 kasus).

Selain itu, BI menerima kasus dari gerai info yang berjumlah 48 kasus. Rinciannya adalah penyaluran dana (19 kasus), di luar permasalahan produk perbankan (10 kasus), sistem pembayaran (10 kasus) dan penghimpunan dana (9 kasus).

Untuk menyelesaikan kasus yang terjadi, BI akan memaksimalkan fungsi mediasi perbankan. Dia menuturkan, mediasi perbankan merupakan penyelesaian sengketa antara nasabah dan bank yang dibantu oleh mediator (BI).
Adapun caranya adalah dengan cara memanggil, mempertemukan hingga memotivasi bank maupun nasabah sehingga mencapai keputusn tanpa memberikan rekomendasi dan keputusan.

Penyelesaiannya bersifat win-win solution, maksudnya tidak ada pihak yang menang maupun kalah. Segala bentuk komunikasi, negoisasi dan pernyataan  dibuat dalam proses mediasi berlaku  sebagai informasi yang bersifat tertutup maupun rahasia.

"Para pihak yang tidak dapat mencapai kesepakatan dapat melakukan upaya penyelesaian lainnya melalui jalur arbitrase maupun litigasi," jelas dia.

Dalam menyikapi mediasi perbankan di masa depan, lanjut Dia, BI sudah melakukan berbagai pertemuan dengan asosiasi perbankan.

Asosiasi perbankan belum menyatakan kesiapannya mebentuk lembaga mediasi perbankan independen sehingga BI tetap berfungsi sebagai lembaga mediasi perbankan sampai pada waktunya benar-benar dialihkan.

Selain itu, lembaga mediasi perbankan independen harus berbentuk perkumpulan badan hukum dan anggota mediator ditentukan sendiri oleh lembaga tersebut.

"Lembaga mediasi perbankan independen diharapkan mampu menentukan persyaratan dan guide line bagi mediator. Namun, BI sudah memiliki pedoman pelaksanaan mediasi perbankan, termasuk kode etiknya," tandas dia.

Sebelumnya, BI terus menggalakkan dan mengupayakan mediasi antara nasabah dan kalangan perbankan. Sejak Januari 2006 hingga Juli 2007, jumlah pengaduan dan permohonan penyelesaian sengketa melalui mediasi BI tercatat sebanyak 151 sengketa. Dari jumlah itu, 85 persen dari sengketa tersebut telah selesai ditangani. Sedang sisanya masih dalam proses penyelesaian. (rhs)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    RJ Lino Dinilai Belum Mampu Jadi Menteri