>

Kelangkaan Minah Akibat Penyalahgunaan

|

Sirojul Muttagien - Sindo

Kelangkaan Minah Akibat Penyalahgunaan
BANDUNG - Kelangkaan minyak tanah yang terjadi di beberapa kawasan di Indonesia termasuk Bandung, ditenggarai akibat banyaknya penyalahgunaan minyak tanah bersubsidi.

Disparitas harga yang semakin tinggi akibat meroketnya harga minyak mentah dunia yang sempat tembus USD100 per barel.

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Tubagus Haryono mengatakan, disparitas harga antara minyak tanah bersubsidi dan nonsubsidi yang sudah mencapai Rp6.000 per liter mendorong adanya penyalahgunaan minyak tanah.

Misalnya, penimbunan untuk pengoplosan dengan jenis BBM lain, penggunaan minyak tanah untuk penggunaan lain, pengenceran aspal jalan, sebagai bahan baku dan bahan bakar industri serta untuk bahan bakar motor tempel nelayan.

"Selain itu, saat ini sedang masa transisi program konversi kompor minyak tanah ke LPG, yang menyebabkan adanya rembesan pasokan minyak tanah dari daerah yang belum terkonversi ke daerah yang sudah," jelas Haryono, kepada wartawan di Gedung Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Jalan Diponegoro, Bandung, Rabu (9/1/2008).

Haryono mengakui, di daerah yang sudah terkonversi, masih ada masyarakat yang memiliki kompor minyak tanah dan tetap menggunakannya sebagai bahan bakar. Ketika di daerah itu pasokan minyak tanah sudah dikurangi dan permintaan masih tetap maka hal ini dimanfaatkan oleh oknum untuk memindahkan pasokan minyak tanah dari daerah yang belum terkonversi ke yang sudah.

Untuk mencegah penyalahgunaan dan rembesan minyak tanah ini, BPH Migas membentuk Tim Koordinasi Pengawasan Penyalahgunaan Penyediaan dan Pendistribusian BBM (KP4BBM) dan menandatangani kesepakan dengan aparat kepolisian untuk menindak pelaku penyalahgunaan ini. (rhs)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Dwi Soetjipto Ditantang Ekspansi ke Luar Negeri