JAKARTA - Arus modal jangka pendek (hot money) yang tengah terjadi di Indonesia bukan suatu ancaman bagi stabilitas perekonomian Indonesia. Sebab, hot money yang ada saat ini masih dalam batas yang wajar.
Demikian diungkapkan Menko Perekonomian Boediono di Kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (17/1/2008).
Menurutnya, situasi itu juga persis terjadi di negara lain. Hal tersebut tidak berdampak negatif terhadap stabilitas ekonomi masing-masing negara. "Hot money itu masih dalam batas yang saya anggap masih wajar. Arus ini masuk hari ini lalu keluar minggu depan. Itu bisa terjadi di setiap negara," ujarnya.
Arus modal jangka pendek itu, kata Menko Perekonomian, masih dibutuhkan oleh bank di sejumlah negara, termasuk bank-bank di Indonesia. "Bank kebutuhannya juga ada yang membutuhkan arus jangka pendek," tandasnya.
Menurut Boediono, total investasi di hot money yang ada saat ini masih sebanding dengan jumlah investasi di jangka panjang. "Saya melihat yang diinvestasikan ke jangka panjang juga banyak," tandasnya. (mbs)