JAKARTA - Rencana melantainya PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank Jabar) di Bursa Efek Indonesia (BEI) terjawab sudah.
Bank milik Pemerintah Daerah Jawa Barat dan Banten ini akan menawarkan 1.495.597.116 kepemilikan sahamnya kepada publik, melalui mekanisme penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO).
Seperti dikutip dari prospektus perseroan yang dipublikasikan di Jakarta, Jumat (8/2/2008), saham sejumlah tersebut setara dengan 18 persen dari saham yang dikeluarkan perseroan. Penawaran itu, dengan nilai nominal saham Rp250 per saham.
Bertindak selaku penjamin pelaksana emisi adalah PT CIMB-GK Securities Indonesia dan PT Indo Premier Securities.
Dana hasil IPO, 50 persen di antaranya akan digunakan untuk peningkatan modal dan investasi, terutama untuk mendukung usaha mikro kecil dan menegah. 20 persen akan digunakan untuk perluasan jaringan perseroan, termasuk di antaranya penambahan kantor cabang dan ATM di Jawa Barat, Banten, Jawa Tegah, Jawa Timur, Sumatera Utara dan Riau. 20 persen akan digunakan untuk pengembangan IT, dan sisanya akan digunakan untuk penyertaan modal bada bidang asuransi sebesar 10 persen.
Rencananya, perkiraan tanggal efektif keluar pada 28 Maret, masa penawaran 3-7 April, penjatahan 9 April, distribusi saham dilakukan pada 10 April dan listing di bursa pada 11 April 2008.
Saat ini, saham Bank Jabar dimiliki oleh pemerintah Provinsi Jawa Barat 48 persen, Pemerintah Kota/Kabupaten se Jawa Barat 33,5 persen, Pemerintah Provinsi Banten delapan persen, dan Pemerintah Kota/Kabupaten se-Banten 10,5 persen. (rhs)