BRUSSELS - Tingkat kepercayaan ekonomi di eurozone (negara-negara pengguna mata uang euro) pada Februari ini berada pada level terendahnya sejak dua tahun terakhir.
Hal tersebut disebabkan lesunya sektor jasa. Menurut survei yang dilakukan Komisi Uni Eropa, Eurostat, yang dirilis kemarin, indikator sentimen ekonomi di eurozone pada bulan lalu merosot ke level 100,1 poin. Sedangkan untuk 27 anggota Uni Eropa secara keseluruhan juga menurun dari 101,7 dan 103,3 pada Januari.
"Penurunan indikator sentimen di kedua wilayah (eurozone dan 27 negara Eropa) terjadi akibat menyusutnya tingkat kepercayaan di sektor jasa dan sebagian lain berasal dari sektor manufaktur dan konstruksi," ujar badan eksekutif UE dalam pernyataan tertulisnya, seperti dikutip Sabtu (1/3/2008).
Disebutkan pula, kepercayaan konsumen di UE hanya mengalami sedikit penurunan sedangkan di eurozone tetap stabil.
Satu-satunya sektor yang menguat pada kedua wilayah tersebut adalah ritel. Indikator kepercayaan ini dirilis bersamaan dengan data yang menyebutkan tingginya inflasi dan menurunnya jumlah pengangguran di eurozone.
Menurut data resmi pemerintah, inflasi di eurozone pada Januari 2008 mencapai rekor tertinggi, yaitu sebesar 3,2 persen. Sedangkan tingkat pengangguran berada di posisi terendah sejak 1993, yaitu 7,1 persen. Sementara itu, untuk 27 negara UE tingkat pengangguran per Januari 2008 tetap berada pada posisi 6,8 persen.
Eurostat memprediksikan, Januari lalu, terdapat sekitar 16,1 juta orang yang tidak memiliki pekerjaan di seluruh negara UE, termasuk 10,9 juta penduduk di eurozone.
Di sisi lain, bank sentral Amerika Serikat (AS) menyatakan kesiapannya untuk kembali menurunkan suku bunga seiring sejumlah laporan ekonomi AS yang tidak mengindikasikan adanya kemajuan. Akibatnya, banyak pihak yang mengatakan AS tidak mungkin terselamatkan dari ancaman resesi.
Selain terjadi penurunan di sektor perumahan serta inflasi harga produsen yang turut melambung lantaran terjadinya lonjakan harga minyak dan komoditas pangan lain,jumlah pesanan produk-produk tahan lama AS pada Januari juga menurun.
Menurut data Departemen Perdagangan, tingkat pesanan produk tahan lama menyusut 5,3 persen. Ini merupakan penurunan tertajam sejak Agustus tahun lalu yang ditunjang oleh menurunnya jumlah pesanan pesawat terbang.Angka ini juga lebih rendah dari yang diprediksi para analis, yakni sebesar empat persen. (Amalia PH /Sindo/rhs)