JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan dalam kurun waktu kurang lebih dua minggu total Sertifikat Bank Indonesia (SBI) turun drastis.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Mulya mengatakan, jika awal Maret totalnya mencapai Rp49 triliun, namun saat ini turun sekira Rp7 triliun.
"Ini penurunan yang cukup besar," jelasnya singkat usai mengikuti diskusi panel Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) bertajuk "Pedagangan Valuta Asing Berizin Cegah Money Loundry", di kantor PPATK, Jalan Ir H Juanda, Jakarta Pusat, Rabu (19/3/2008).
Penurunan itu antara lain disebabkan adanya penurunan kepemilikan asing di SBI. Pada awal Maret porsi asing di SBI sekira Rp48 triliun. Sementara per 18 Maret tinggal Rp39 triliun. "Memang ada pencairan SBI dolar. Tapi ini sifatnya sementara," ujarnya.
Dijelaskannya, penurunan ini adalah imbas sikap investor asing yang melepas kepemilikannya untuk dikonversikan ke mata uang lainnya dalam jangka sementara waktu. "Nanti mereka akan kembali lagi," pungkas Budi. (Farid Rusdi/Trijaya/rhs)