JAKARTA - Indonesia melakukan ekspor perdana komoditas ikan hias ke Australia. Ekspor ini dilakukan secara langsung, tanpa melalui negara Singapura sebagaimana selama ini dilakukan para eskportir ikan hias Indonesia.
"Hari ini kami melakukan ekspor langsung ke Australia sebanyak 7.000 ekor ikan hias," General Manager PT Joe Aquatic Indonesia Chivarly Pranoto, di sela acara Persemian Unit Percontohan Ikan Hias dan Ekspor Perdana Ikan Hias di Pura Amrtha Jati, Cinere, Jakarta, Sabtu (19/4/2008).
Chivarly mengakui, untuk ukuran eskpor, volume ini memang masih kecil, tapi dirinya optimistis ke depannya kapasita ekspornya akan bertambah. Penambahan ini seiring dengan ketersediaan ikan hias di dalam negeri.
Sebab, kata dia, selama ini pihaknya kesulitan untuk mendapatkan ikan hias yang berkualitas ekspor. Selama ini, selain melakukan budi daya ikan tersendiri, pihaknya juga melakukan pembelian kepada para pembudi daya lokal.
Untuk ekspor ke Australia ini, akan dilakukan secara kontinyu selama sebulan sekali. Namun demikian, pihaknya selama ini telah melakukan ekspor ke berbagai negara seperti Polandia, Belanda, Swiss, Kuwait, Saudi Arabia. Ekspor ke negara-negara ini dilakukan setiap satu minggu sekali. "Total nilai ekspor kami baru mencapai USD240.000 per tahun," kata Chivarly.
Beberapa spesies ikan andalan adalah botia macrantha, black ghost, neon tetra dan angel. Selama maskapai penerbangan nasional dilarang terbang ke negara-negara Uni Eropa, pihaknya menggunakan maskapai penerbangan KLM, Lufthansa, China Airlines, Qantas, dan Singapura Airlines.
Chivarly mengatakan, kendala yang dihadapinya selain soal penerbangan juga soal ketersediaan pasokan. Sebab, menurutnya, permintaan ikan hias di luar negeri sangat besar. "Apalagi, pada saat musim dingin tiba, permintaannya sangat besar," kata dia.
Karena itu, Menteri Perikanan dan Kelautan (MKP) Freddy Numberi meminta kepada para pembudi daya untuk memperhatikan pasokan hias ini. Sebab, importer biasanya akan meminta pasokannya tepat waktu dan jumlahnya.
"Kontinuitasnya harus dijaga, baik dari sisi ukuran, jumlah maupun mutunya. Kalau ini bisa kita penuhi, saya yakin pasar Eropa dan Amerika akan bisa kita rebut," kata Freddy optimistis, sembari mengatakan tahun ini target ekspor akan sama dengan 2006 yaitu mencapai 2.300 ton. (Sudarsono/Sindo/rhs)