JAKARTA - Pada 2007 lalu merupakan tahun yang sibuk bagi PT Global Mediacom Tbk. Pasalnya, pada tahun tersebut dilakukan penyelesaian corporate restructuring dari konglomerasi menjadi fokus pada bidang media dan telekomunikasi.
"Pada 2007 ini kami sibuk sekali melakukan penyelesaian corporate restructuring. Pada Maret 2007 lalu, yang tadinya perusahaan bernama PT Bimantara Citra Tbk menjadi PT Global Mediacom Tbk," ujar Group President & CEO Global Mediacom Hary Tanoesoedibjo, saat konferensi pers kepada wartawan usai RUPST dan RUPSLB Global Mediacom, di Menara Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (23/4/2008).
Hary mengatakan, bahwa saat ini Global Mediacom sedang memfokus diri pada enam bisnis utamanya. Di antaranya adalah pada bidang penyiaran yang meliputi stasiun televisi, bidang nonpenyiaran yang meliputi media cetak, radio, online, content, mobile (Fren), pay televisi Services, yakni Indovision, Top TV, Tren, serta infrastruktur media dan telekomunikasi.
Adapun untuk peluncuran digital mobile TV bermerek Tren, yang disalurkan melalui telepon selular dengan maksimal 20 channel ini akan siap dipasarkan pada Juni 2008 mendatang.
Dengan meluncurkannya pertama kali di kota Jabodetabek. "Ini sesuai dengan penetrasi dari masing-masing mobile dan akan segera berkembang ke kota lain," tambahnya.
Dia menambahkan, untuk investasi digital mobile TV ini per kotanya sekira USD15-20 juta. Hary mengakui, pada awal pemasaran 2008 nanti belum akan terlihat impactnya, baru pada 2009 akan terlihat.
"Target awal 2008 ini ini kami menargetkan subscriber 50 ribu anggota, setelah itu kami akan mengembangkan ke Bandung," jelasnya. (rhs)