CIAMIS - Wacana akan naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) mengundang tanggapan pedas dari para nelayan. Para pemburu binatang laut tersebut meminta kepada pemerintah agar memberikan subsidi dalam menjalankan operasional.
Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Ciamis, Jeje Wiradinata kepada wartawan saat acara peresmian tempat pelelangan ikan di pantai Karapyak, Bagolo, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Jumat (2/5/2008).
"Kabar akan naiknya harga BBM tentu saja membuat para nelayan semakin terjepit. Karena, dengan naiknya harga BBM belum tentu membuat harga ikan juga akan ikut naik," ujar Jeje.
Oleh karenanya, pihak HNSI meminta agar pemerintah memberikan subsidi kepada para nelayan dalam menjalankan operasional. Selain itu, mereka juga meminta agar pemerintah membuat tempat untuk menyediakan BBM di kawasan nelayan.
"Selama ini kami membeli bahan bakar dari pengecer. Kami ingin kedepannya pemerintah menyediakan tempat bahan bakar agar para nelayan dapat membeli secara langsung dan mendapatkan subsidi," pungkas Jeje.
Saat ini, sekira 15 ribu nelayan di Kabupaten Ciamis tengah mengalami paceklik. Pihaknya meminta kepada pemerintah setempat untuk memberikan bantuan paceklik berupa beras untuk membantu beban para nelayan. (mbs)