JAKARTA - Bank Indonesia (BI) tidak mempermasalahkan rendahnya likuiditas yang diserap oleh BI melalui lelang SBI akhir akhir ini.
"Itu adalah hal yang biasa," Deputi Gubernur BI Budi Mulya, usai pelantikan Gubernur BI Boediono, di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Kamis (22/5/2008).
Budi menilai, saat ini pelaku perbankan yang berada di pasar keuangan masih melihat ketidakpastian pasar.
"Tapi kan ketidakpastian itu mulai berkurang. kita lihat pasar surat utang sudah mulai stabil. Harga sudah mulai menguat, yield-nya sudah mulai menurun dalam satu dan dua minggu ini. Itu hal yang bagus," ujar Budi.
Terkait penghentian sementara lelang SBI 6 bulan, Budi juga menyatakan penundaan itu karena ketidakpastian pasar. Budi memastikan, lelang SBI 6 bulan akan kembali dilaksanakan jika pasar sudah kembali normal.
Saat ini, pasar lebih cenderung membutuhkan likuiditas jangka pendek. Artinya, pasar lebih memilih SBI 1 bulan.
"Kemaren waktu lelang, SBI 3 bulan jatuh tempo 17 hari, tapi yang masuk cuma satu. itu ahal biasa. Tapi yang SBI 1 bulan, jatuh temponya lebih tinggi. Jadi itu adalah hal biasa," tutupnya. (rhs)