Nelayan mencari tumput laut di bibir pantai. (Foto: Sindo)
BALIKPAPAN - Kenaikan harga BBM yang juga berimbas pada masyarakat nelayan Balikpapan, Kalimantan, memutar otaknya untuk menyiasati kesulitan hidup yang membelit mereka.
Ratusan Nelayan Balikpapan kini melakukan diversifikasi usaha selain mencari ikan mereka juga menjadi petani budi daya rumput laut.
Kepala Dinas Perikanan Kota Balikpapan Amin Latief mengungkapkan, diversifikasi usaha nelayan ke budi daya rumput laut karena usaha ini dianggap bisa memberikan tambahan kesejahteraan hidup nelayan.
"Usaha alternatif ini sebagai upaya menambah kesejahteraan, jadi mereka tidak hanya terpaku menjadi nelayan," ucap Amin.
Usaha rumput laut tersebar di wilayah pesisir pantai Tritip, Lamaru, Manggar, Pantai Spinggan dan Kariangau. Menurut Amin, menjadi usaha alternatif yang sangat menjanjikan, karena hasilnya sudah ada yang membeli dengan harga pantas.
"Usaha ini sudah ada pembelinya dari Makassar dan Surabaya yang dipatok Rp5.500 per kilonya. Memang sudah ada kelompok-kelompoknya yang berhasil jadi kita harapkan mereka menularkan ilmunya kepada yang baru akan memulai", kata Amin Latief.
Namun diungkapkan Kadis Perikanan Balikpapan ini, Usaha alternatif mereka tidak seluruhnya berjalan lancar karena minimnya permodal dan lahan yang dimiliki. Karena itu Pemerintah kota bersama dewan dan pihak perbankan akan memfasilitasi kendala-kendala yang dihadapi nelayan yang akan beralih usaha.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD kota Balikpapan Jumiati SE mengatakan, saat ini hasil laut yakni nelayan belum benar-benar memberikan kesejahteraan bagi nelayan apalagi untuk kontribusi bagi pendapatan asli daerah (PAD) kota Balikpapan. Karena itu kita berdayakan para nelayan untuk mengembangkan budidaya rumput laut.
Menurut Jumiati, untuk memfasilitasinya saat ini Bank Indonesia (BI) dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) akan memberikan bantuan kredit. Bantuan kredit juga sekaligus diarahkan guna meningkatkan taraf hidup mereka, yang secara automatis bisa memberikan pendapatan daerah.
Jumiati mengakui, sejak 2006 Komisi II DPRD, telah memberikan fasilitas anggaran sebesar Rp5 miliar untuk bidang perkebunan karet yang hasilnya saat ini sudah dirasakan petani.
"Taraf hidup mereka sudah meningkat bahkan banyak diantara mereka yang sudah naik haji," ungkap Jumiati.
Untuk merealisasikan program peningkatan kesejahteraan nelayan, rencananya pada Jumat 26 Juni mendatang tiga institusi yakni, Dinas Perikanan, Komisi II DPRD kota Balikpapan, dan perbankan, akan bertatap muka dengan para nelayan. Pertemuan itu akan bertempat di Manggar, Balikpapan Timur. (Amir Sarifudin /Trijaya/rhs)