>

Emisi IPO Naik 35%

Kamis, 26 Juni 2008 - 09:39 wib | Nunung Ahniar - Sindo

Lantai perdagangan BEI (Foto: Sindo)

Emisi IPO Naik 35%
JAKARTA - Sepanjang semester I-2008, perusahaan yang melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) tercatat sebanyak 11 emiten dengan nilai emisi sebesar Rp5,610 triliun. Jumlah itu mengalami peningkatan 35 persen dibanding tahun 2007, yaitu nilai emisi Rp4,153 triliun dari delapan emiten.

Menurut Kepala Riset PT Paramitra Alfa Sekuritas Pardomuan Sihombing, meski kondisi pasar modal tahun ini lebih bergairah dibanding tahun lalu, namun perusahaan tetap memilih IPO sebagai alternatif pencarian dana.

Langkah tersebut, lanjut dia, juga menunjukkan perusahaan memilih IPO sebagai alternatif pembiayaan perbankan yang menaikkan suku bunga tahun ini. "Tren kenaikan suku bunga sudah diekspektasi oleh calon emiten dengan mencari pendanaan melalui IPO," katanya, di Jakarta, Kamis (26/6/2008).

Data tersebut juga menunjukkan faktor pasar yang kurang kondusif ternyata tidak terlalu dominan. Menurutnya yang terpenting dari proses IPO adalah fair value dari sebuah perusahaan. Jika investor tahu berapa nilai wajar dari perusahaan, dan didukung dengan perusahaan yang bagus, maka IPO akan diserap oleh pasar. "Kondisi pasar tidak perlu dikhawatirkan, yang penting perusahaannya bagus, contohnya seperti Indika," kata dia.

Tahun ini, lanjut dia, banyak perusahaan yang akan melakukan ekspansi, seperti PT Adaro Energy. Menurutnya dengan adanya perusahaan besar yang akan go public, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) diharapkan ikut melakukan pemasaran.
"Kita harap BEI ikut melakukan marketing, jangan hanya perusahaan sekuritas saja yang kerja," tuturnya.

Berdasarkan data Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), emiten tersebut adalah PT Bank Ekonomi Raharja Tbk (Rp291,6 miliar), PT Bekasi Asri Pemula Tbk (Rp Rp22,5 miliar), PT Triwira Insanlestari Tbk (Rp120 miliar), PT Elnusa Tbk (Rp584 miliar), PT Yana Prima Hasta Persada Tbk (Rp37,06 miliar), PT BTPN Tbk (Rp763,69 miliar), PT Kokoh Inti Arebama Tbk (Rp42,5 miliar), PT Gozco Plantations Tbk (Rp337 miliar), PT Bumi Serpong Damai Tbk (Rp601,46 miliar), PT Indika Energy Tbk (Rp2,765 triliun), dan PT Verena Oto Finance Tbk (Rp46 miliar).

Sementara untuk tahun 2007, tercatat ada delapan perusahaan yang melakukan IPO, yaitu PT BISI International Tbk (Rp180 miliar), PT Panorama Transportasi Tbk (Rp31,36 miliar), PT Bukit Darmo Property Tbk (Rp240 miliar), PT Sampoerna Agro Tbk (Rp1,079 triliun), PT Media Nusantara Citra Tbk (Rp2,475 triliun), PT Bank Multicor Tbk (Rp60 miliar), PT Laguna Cipta Griya Tbk (Rp37,5 miliar), PT Perdana Karya Perkasa Tbk (Rp50 miliar).

Sementara beberapa perusahaan yang saat ini tengah mengantri pernyataan efektif dari Bapepam-LK diantaranya PT Hotel Mandarin Regency, PT Adaro Energy, PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia. (hsp)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Akhir Tahun, IHSG Diperkirakan ke Level 5.300