Sofyan Djalil (ist)
JAKARTA - Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil meminta kalangan perusahaan berpelat merah membentuk tim audit pemakaian energi di institusi masing masing.
Menurut Sofyan, penghematan energi perlu dilakukan saat ini karena harga premium di pasar internasional mencapai Rp10 ribu per liter. Dalam setiap satu liter bensin, pemerintah menyubsisdi Rp4 ribu.
"Ini ongkos mahal, termasuk juga dengan ongkos BBM lain. Maka itu penghematan energi perlu oleh semua BUMN. Maka itu BUMN perlu mengaudit energi," kata Sofyan di kantornya, lantai 21 Gedung Kemenneg BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (27/6/2008).
Menurutnya, dalam membentuk tim audit ini BUMN bisa bekerja sama dengan perusahaan manajemen energi atau perguruan tinggi.
"Kita ingin hemat energi menjadi habit di seluruh BUMN. Khususnya untuk BUMN besar sudah dikirim edaran, supaya mereka audit pemakaian energi," ungkap dia.
Untuk menjamin implementasi itu, masing masing BUMN harus menunjuk inspektur pengawas energi.
"Saya hanya pakai satu lampu di meja saya. Itu bisa dicontoh, suhu udara mungkin tidak perlu dingin, cukup 24~25 derajat. Kalau suhu AC dikurangi, seluruh karyawan bisa diizinkan kenakan pakaian sederhana, tidak pakai dasi, dan pakai batik saja," pungkas dia. (jri)