Getting time...

3.000 Nelayan Tangkap Sulsel Dapat Subsidi BBM

Rabu, 2 Juli 2008 17:22 wib
ist
ist
MAKASSAR - Sebanyak 3.000 nelayan tangkap di Sulawesi Selatan (Sulsel) segera menerima subsidi bahan bakar minyak (BBM) dari pemerintah provinsi.

Mereka mendapatkan subsidi hingga 30 persen dari harga baru yang ditetapkan pemerintah sejak kenaikan harga BBM Mei lalu.

Hal itu terungkap dalam pertemuan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) dengan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, di ruang kerja Gubernur Sulsel, Makassar, Rabu (2/7/2008).

Ketua KTNA Sulsel Rahman Tayang menilai, sejak kenaikan harga BBM, kehidupan para nelayan semakin sulit. Bahkan, kata Rahman, banyak di antara mereka yang tidak lagi melaut karena kenaikan BBM tidak sebanding dengan penghasilan mereka.

"Para nelayan sudah melaut, keluarkan biaya tinggi, tapi hasilnya tidak seberapa. Tidak bisa menutupi dana pembelian BBM," keluh Rahman.

Rahman mengusulkan penerima subsidi solar itu adalah para nelayan tangkap yang kapalnya bermesin satu. Mereka, kata Rahman, tersebar di Kabupaten Barru, Makassar, Bulukumba, Takalar, Bantaeng, dan beberapa wilayah lainnya.

Karena kenaikan BBM, imbuhnya, harga ikan meningkat. Rahman mensinyalir hal itu terjadi karena kurangnya nelayan yang melaut. "Semoga dengan adanya subsidi itu nantinya lebih banyak lagi nelayan yang melaut," harapnya.

Sementara itu, Syahrul Yasin Limpo berharap pasokan ikan di pasaran selalu tersedia, sehingga warga Sulsel tidak kesulitan. Karena itu, kata Syahrul, nelayan perlu mendapat perhatian khusus. "Salah satunya dengan memberikan subsidi BBM pada nelayan supaya mereka tetap bisa melaut," cetus Gubernur.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perikanan Sulsel Syahrun mengatakan, pihaknya sedang mendata nelayan yang akan menerima bantuan itu. Syahrun memperkirakan jumlah nelayan di Sulsel sebesar 15.000 kepala keluarga (KK).

"Tentunya tidak semua akan menerima subsidi. Hanya nelayan yang melaut dengan jenis kapal tertentu yang akan menerima subsidi itu," tutur Syahrun.

Syahrun mengaku belum mengetahui jumlah pasti anggaran yang disiapkan untuk subsidi BBM nelayan ini. Menurutnya, dinas perikanan dan bagian keuangan sekretariat provinsi masih mengkaji jumlah dananya.

Nelayan tangkap menggunakan solar untuk mengoperasikan kapalnya. Harga solar bersubsidi saat ini sebesar Rp5.500. Sebelum kenaikan BBM Mei lalu, harga solar bersubsidi sebesar Rp4.300. Di lain pihak, harga Solar industri mencapai Rp11.700.

Sejak beberapa tahun terakhir, Pertamina menyediakan Solar Package Dealer Nelayan (SPDN), yaitu semacam SPBU di mana nelayan membeli solar untuk kebutuhan kapalnya. Dalam wilayah Sulsel terdapat 44 SPDN yang tersebar di kabupaten dan kota. (Andi Aisyah/Trijaya/jri)
TWITTER »
twit