o1 o2

Economy - Fiskal & Moneter


Kenaikan Cost Recovery Tidak Berpengaruh ke PNBP

Senin, 14 Juli 2008 - 19:29 wib
text TEXT SIZE :  
Mochammad Wahyudi - Okezone

JAKARTA - Pemerintah mengakui adanya kenaikan cost recovery dalam lima tahun terakhir tidak terlalu berpengaruh terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor migas. Pasalnya, dalam kurun waktu yang sama, PNBP dari sektor tersebut justru terus mengalami kenaikan.

"Cost recovery (CR) dari segi nominal memang naik. Itu karena ada kenaikan harga minyak," jelas Deputi Finansial, Ekonomi dan Pemasaran BP Migas Eddy Purwanto saat Raker dengan komisi XI tentang realisasi PNBP Migas Lima Tahun terakhir, di Gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta, Senin (14/7/2008).

Saat ini tercatat, CR Untuk tahun 2003 sebesar USD5,517 juta. Sedangkan untuk tahun 2004 Mengalami sedikit kenaikan menjadi sebesar USD5,603. Sementara pada tahun 2005, 2006, 2007 masing-masing sebesar USD7,684 juta, USD8,112 juta, dan USD8,710 juta.

Kendati demikian, menurut Eddy, jika dilihat rasio ekonominya dengan membandingkannya terhadap pendapatan bruto lima tahun terakhir. Cost recovery justru mengalami penurunan. "Semisal tahun 2003 itu 31 persen, kemudian menurun terus, sehingga terakhir sampai 2007 menjadi 22 persen. Jadi jangan dilihat nominalnya saja, tapi juga rasionya," jelasnya.

Eddy menambahkan, hal ini kontras dengan pendapatan negara dari migas yang terus didominasi peningkatan dalam kurun waktu yang sama. Dalam PNBP Migas lima tahun terakhir, sebelum dikurangi pajak dan lain-lain, diantaranya sebagai berikut: tahun 2003 PNBP migas sekitar Rp61,5 triliun, tahun 2004 Rp91,5 triliun, tahun 2005 Rp103,7 triliun, tahun 2006 Rp158,08 triliun, dan tahun 2007 Rp124,78 triliun. (ade)(rhs)

 Ada 0 komentar untuk berita ini. Komentar Anda?
Share
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini di http://m.okezone.com
o1 o2
o1 o2

0 komentar

[+lihat komentar]


o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

o3 o4