JAKARTA - PT Global Mediacom Tbk (Mediacom) mencatat kenaikan pendapatan sebesar 28 persen pada semester I-2008 menjadi Rp2.692 miliar, dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2.106 miliar.
Sementara pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) mengalami sedikit penurunan sekira 1 persen dari Rp694 miliar per Semester I-2007 menjadi Rp690 miliar per semester I-2008.
"Per 30 Juni 2007, Mediacom mencatat keuntungan pelepasan investasi sebesar Rp1.016 miliar dari penjualan saham milik Mediacom di PT Media Nusantara Citra Tbk (MNC) pada saat penawaran umum saham perdana pada 22 Juni 2007," sebut keterangan tertulis yang diterima okezone, Sabtu (2/8/2008).
Keuntungan pelepasan investasi tersebut menghasilkan kenaikan laba bersih yang berasal dari pos luar biasa sebesar 65 persen, sehingga menjadi Rp1.182 miliar per semester I-2007.
"Oleh karena itu, seperti yang telah diantisipasi, Mediacom mencatat laba bersih lebih rendah sebesar Rp157 miliar untuk periode enam bulan pertama yang berakhir pada 30 Juni 2008 yang disebabkan tidak adanya pendapatan dari pos luar biasa seperti periode yang sama tahun lalu," tambah keterangan itu.
Sebagai tambahan, PT Mobile-8 Telecom Tbk membukukan kerugian pada semester I-2008, sehingga menyebabkan penurunan laba bersih konsolidasi Mediacom.
Pendapatan per semester I-2008 terutama dikontribusikan oleh media berbasis konten dan iklan (MNC) dan telekomunikasi (PT Mobile-8 Telecom Tbk), dan teknologi informasi (PT Infokom Elektrindo).
Pendapatan dari media berbasis konten dan iklan meningkat sebesar 29 persen sehingga menjadi Rp1.672 miliar per semester I-2008 jika dibandingkan dengan Rp1.296 pada periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, pendapatan dari telekomunikasi dan teknologi informasi meningkat sebesar 18 persen karena pertumbuhan jumlah pelanggan PT Mobile-8 Telecom Tbk. Pertumbuhan jumlah pelanggan juga dialami PT MNC Sky Vision (Indovision) yang dibuktikan dengan kenaikan pendapatan sebesar 175 persen pada kategori media berbasis pelanggan.
Dengan pencapaian ini, Hary Tanoesoedibjo, Group President dan CEO Mediacom, mengaku puas. Menurut dia, kemajuan yang dicapai ini semakin menguatkan pondasi untuk memperkokoh posisi Perseroan di industri serta menumbuhkan profitabilitas.
"Walaupun terdapat beberapa tekanan terhadap beban usaha yang diperkirakan akan terus berlangsung sepanjang tahun 2008, perlu diketahui bahwa Mediacom memiliki sederetan koleksi aset-aset yang atraktif dan berada pada posisi yang baik sebagai salah satu penerima keuntungan yang besar dari pertumbuhan ekonomi jangka panjang di Indonesia," pungkas dia. (jri)