foto: ist
CARACAS - Presiden Hugo Chavez berniat untuk melakukan nasionalisasi terhadap Bank of Venezuela, yang saat ini dimiliki oleh Grup Santander Banking dari Spanyol.
"Kami ingin mengambil kembali Bank of Venezuela dan memfungsikannya untuk melayani rakyat," ujar Chavez seperti dikutip dari Associated Press, Jumat (1/8/2008).
Dirinya mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah mengetahui bahwa Santander berniat untuk menjual Bank of Venezuela kepada bank lokal. Bahkan bank lokal tersebut sudah meminta persetujuan pemerintah untuk melakukan akuisisi.
Namun Chavez yang bertindak sebagai kepala negara membatalkan perjanjian jual beli itu. "Sekarang jual saja kepada Pemerintah," tutur Chavez.
Karena isu tersebut terlalu sensitif, juru bicara Bank of Venezuela pun enggan untuk berbicara mewakili institusinya.
Adapun bank yang dibeli oleh Santander pada tahun 1996 tersebut, merupakan Institusi financial terbesar ketiga di Venezuela.
Chavez mengancam akan melakukan nasionalisasi terhadap anak usaha sebuah bank Spanyol setelah Raja Juan Carlos menegurnya. Namun pada pertemuan musim panas November kemarin, kedua orang tua tersebut, Chavez dan Raja Carlos, terlihat sudah berdamai. Raja Carlos terlihat memberikan pelukan persahabatan kepada Chavez saat kunjungannya ke pulau pribadi Raja Carlos di pulau Mallorca.
Dibawah kepemimpinan Chavez, Venezuela juga telah melakukan nasionalisasi terhadap beberapa perusahaan seperti perusahaan telekomunikasi, listrik, baja, serta pabrik semen. Bahkan Chavez pun melakukan kontrol penuh di bawah empat proyek minyak utama. (AHL )