JAKARTA - Produk kakao Indonesia relatif kurang disukai di Uni Eropa, dibandingkan produk dari Afrika. Bahan baku coklat Afrika memiliki keunggulan yang tidak dimiliki Indonesia.
"Kakao Afrika sudah difragmnetasi dan sesuai dengan selera dari UE," kata Sekretaris Jenderal Asosiasi Kakao Indonesia (Askindo) Zulhefi Sikumbang, di Jakarta, Selasa (12/8/2008).
Zulhefi mengakui, memang pesaing utama kakao Indonesia adalah dari Afrika, antara lain Ghana dan Tanzania.
Dia menegaskan untuk negara UE, bea masuk (BM) masuk terhadap biji kakao juga sudah 0 persen. "Produk olahan kakao masih dikenakan BM cukup tinggi yakni 8-12 persen di UE," ujarnya.
Dia mengatakan, dengan negosiasi itu diharapkan akhir 2008 terjadi peningkatan nilai ekspor. "Kami optimistis 2009 nanti ekspor bisa lebih baik dibanding tahun ini," ujarnya. (Eko Budiono /Sindo/rhs)